Selat Hormuz Lumpuh Lagi, IEA Peringatkan Dampak Ekonomi Global dalam Hitungan Minggu

- Kamis, 16 Juli 2026 | 18:15 WIB
Selat Hormuz Lumpuh Lagi, IEA Peringatkan Dampak Ekonomi Global dalam Hitungan Minggu

Dunia hanya memiliki waktu beberapa minggu sebelum merasakan dampak ekonomi dari eskalasi konflik di Timur Tengah dan terhentinya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz. Peringatan keras ini disampaikan Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Kamis (16/7/2026).

"Jika Selat Hormuz tetap tertutup, kita mungkin akan kembali mengalami kesulitan bagi perekonomian global, termasuk di kawasan ini dan negara-negara berkembang serta Asia," kata Birol. "Waktu yang dimiliki bukan berbulan-bulan, tetapi beberapa minggu."

Ketegangan di Timur Tengah meningkat drastis dalam sepekan terakhir setelah Iran menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, termasuk dua kapal tanker super dari Uni Emirat Arab. Amerika Serikat merespons dengan melancarkan serangan terhadap Iran dan memberlakukan kembali blokade laut terhadap kapal serta pelabuhan di negara tersebut.

Lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz sebenarnya baru mulai pulih dalam tiga pekan setelah penandatanganan nota kesepahaman AS-Iran. Namun, situasi kembali memburuk akhir pekan lalu. Transit harian kapal tanker anjlok ke level terendah dalam lima minggu terakhir.

Dampaknya sudah terlihat di pasar energi. Harga minyak melonjak sekitar 13 persen sejak Jumat lalu. Birol mendesak agar Selat Hormuz dibuka sepenuhnya dan tanpa syarat untuk menyelamatkan perekonomian global dari tantangan dan perlambatan baru.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags