Iran mengintensifkan serangan ke wilayah Iran sejak Rabu hingga Kamis (15-16/7/2026). Serangan tidak hanya menargetkan wilayah pesisir Iran di Selat Hormuz, tetapi juga lebih ke dalam.
Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan, militernya menyerang semua target yang terkait dengan kemampuan Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz. Target-target tersebut meliputi stasiun penjaga pantai, baterai drone, baterai rudal, serta fasilitas militer lain.
Al Jazeera melaporkan, serangan-serangan AS masih berlangsung menjelang Kamis pagi, bahkan akan berlanjut selama beberapa hari mendatang.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan, serangan akan terus berlanjut bahkan hingga pekan depan. Dia juga mengindikasikan serangan mungkin meluas lebih jauh dari target saat ini, bergeser ke wilayah lebih dalam. Menurut Trump, pasukannya semakin sulit menemukan target militer Iran lagi di sepanjang Selat Hormuz.
Serangan intensif AS akan dilakukan, termasuk menargetkan pembangkit listrik dan jembatan, jika Iran tak mau kembali ke meja perundingan dalam beberapa hari mendatang.
Sementara itu Iran tak tinggal diam, serangan rudal dan drone juga meluas ke berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah. Sirine peringatan serangan udara meraung di Bahrain dan Kuwait pada Kamis dini hari. Belum diketahui dampak dari serangan tersebut.
Artikel Terkait
AS Klaim Selesaikan Gelombang Serangan Terbaru ke Iran, Targetkan Pusat Komando hingga Fasilitas Pesisir
Kuwait dan Bahrain Hadang Serangan Drone Iran
AS Perketat Blokade Selat Hormuz, Tembak Rudal ke Kapal yang Menerobos
Harga Minyak Menguat Tipis di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran