Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, dibongkar setelah dihantam truk bermuatan berat. Kerugian akibat insiden itu diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan angka pasti biaya pembangunan ulang JPO belum diketahui karena masih dalam tahap kajian. Namun, kerugian material dari kerusakan tersebut sudah ditaksir mencapai miliaran rupiah.
"Belum ada angka pasti karena perencanaan teknis masih berjalan. Namun, kerugian material dari kerusakan ini sudah diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Biaya akhir akan tergantung desain, spesifikasi, dan hasil kajian," ujar Chico kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).
Pembangunan ulang JPO Tendean rencananya akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemprov DKI Jakarta juga akan mencari dukungan dari perusahaan melalui mekanisme tanggung jawab sosial (CSR).
"Utama dari APBD DKI Jakarta, sesuai tanggung jawab Pemprov dalam pemeliharaan infrastruktur publik. Kami juga sedang melakukan pembicaraan terkait pertanggungjawaban pihak perusahaan pemilik truk. Jika ada dukungan swasta melalui CSR atau mekanisme lain, tentu akan kami pertimbangkan untuk mempercepat proses, tapi prioritas tetap APBD dan pemulihan aset negara," tuturnya.
Chico menambahkan, rencana teknis pembangunan JPO tengah disusun oleh Dinas Bina Marga. Salah satu poin yang akan ditambahkan adalah pengamanan tinggi muatan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Dinas Bina Marga sedang menyusun perencanaan teknis, termasuk desain yang lebih aman seperti penambahan pengamanan tinggi muatan, sesuai ketentuan yang berlaku. Proses ini memerlukan waktu untuk memastikan JPO baru lebih kokoh, ramah pejalan kaki, dan mencegah kejadian serupa," imbuhnya.
Sebelumnya, JPO di Jalan Kapten Tendean rusak parah setelah ditabrak truk crane pada Selasa (14/7) pagi. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat direkayasa sebelum kembali normal pada malam harinya.
Artikel Terkait
Orang Tua Murid Kirim Teror Bom ke SD karena Tersinggung Soal Seragam
Sidak ASN di Jakarta Selatan, Kendaraan Pribadi Dilarang Masuk dan Diderek
Mobil Tabrak Kaca Gedung di SCBD, Pengemudi Diduga Pengunjung
Penghuni Kos di Mampang Prapatan Ditemukan Tewas Setelah 5 Hari Tak Keluar Kamar