Orang Tua Murid Kirim Teror Bom ke SD karena Tersinggung Soal Seragam

- Kamis, 16 Juli 2026 | 08:25 WIB
Orang Tua Murid Kirim Teror Bom ke SD karena Tersinggung Soal Seragam

Seorang pria berinisial MY harus berurusan dengan polisi setelah mengirim ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ia tak menyangka perbuatan isengnya akibat tersinggung soal seragam sekolah berujung pada penahanan.

Ancaman bom itu dikirim MY melalui pesan pribadi kepada seorang guru saat siswa tengah mengikuti upacara bendera, Senin (13/7) pagi. Pesan tersebut baru dibuka setelah upacara selesai. MY, yang merupakan orang tua salah satu murid, sempat menjemput anaknya pulang. Setelah Tim Gegana dan Densus 88 melakukan penyisiran, tidak ditemukan bahan peledak di lokasi.

MY kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan. Dalam pemeriksaan, ia mengaku menyesali perbuatannya. "Sebenarnya tersangka tidak menyadari bahwa perbuatannya akan menjadi seheboh ini. Ia merasa menyesal atas kejadian yang telah dilakukannya," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, Kamis (17/7/2026).

Motif Ketersinggungan

Polisi mengungkap motif di balik ancaman bom tersebut. MY tersinggung karena tanggapan pihak sekolah saat ia menanyakan soal seragam sekolah. "Beberapa hari sebelum kejadian, pernah ada komunikasi dengan pihak sekolah membicarakan masalah seragam sekolah. Namun responsnya dirasakan oleh si tersangka ini tidak baik," jelas Joko.

Ketersinggungan itu terjadi saat MY menanyakan seragam. Tanggapan dari pihak sekolah membuatnya sakit hati dan kesal hingga nekat mengirim pesan ancaman. "Jawabannya, 'Udah, enggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu.' Jadi kayaknya merasa tersinggung," ungkapnya.

Polisi menetapkan MY sebagai tersangka setelah gelar perkara. "Setelah 1x24 jam penyidik melakukan serangkaian penyidikan, peserta gelar sepakat menetapkan pelaku sebagai tersangka," beber Joko. MY ditahan mulai Selasa, 14 Juli 2026, di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags