Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi, dikabarkan akan pamit dari Partai Golkar menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sulawesi Selatan yang dijadwalkan pada Sabtu, 18 Juli 2026. Isu ini menguat setelah ia dipastikan batal melanjutkan pencalonannya sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Informasi tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Takalar, Zulkarnain Arif. Ia mengaku telah berbicara langsung dengan Appi. Menurutnya, Appi tidak hanya membatalkan pengembalian formulir pencalonan, tetapi juga berencana pamit dari Golkar sepulang dari ibadah umrah.
“Itu percakapan saya kemarin. Pak Appi sekaligus nanti akan pamit dari Golkar sekembalinya dari Umrah. Itu penyampaian terakhir ke saya,” kata Zulkarnain, Rabu, 15 Juli 2026.
Jika benar Appi mundur dari Golkar, hal itu menjadi ironi besar bagi partai berlambang pohon beringin tersebut. Sebab, Appi saat ini menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Makassar, yang terpilih dalam Musda Golkar Makassar pada 9 Maret 2021.
Pernyataan itu muncul di tengah perubahan cepat peta persaingan menjelang Musda Golkar Sulsel. Beberapa hari sebelumnya, kubu Appi masih aktif dalam proses pencalonan. Timnya bahkan telah mengambil formulir bakal calon Ketua DPD I Golkar Sulsel pada hari pertama pendaftaran, Senin, 13 Juli 2026, sambil mengklaim mengantongi 20 surat rekomendasi dukungan dari DPD II kabupaten dan kota.
Namun, langkah itu berhenti di tengah jalan. Zulkarnain mengatakan Appi batal mengembalikan formulir karena ada satu syarat yang tidak bisa dipenuhi. Ia menyebut hambatan itu terkait poin ketujuh dalam persyaratan pencalonan.
“Pak Appi tidak kembalikan formulir karena ada poin yang tidak dia miliki. Di poin 7. Apakah persyaratan tambahan yang dibuat panitia, saya tidak tahu,” ujar Zulkarnain.
Poin yang dimaksud berkaitan dengan kewajiban melampirkan fotokopi sertifikat atau piagam yang diterbitkan Partai Golkar sebagai bagian dari 13 syarat pencalonan Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Dari Klaim 20 Dukungan ke Ancaman Aklamasi
Mundurnya Appi dari bursa calon ketua langsung mengubah tensi politik internal Golkar Sulsel. Sebab, sebelumnya pertarungan menuju Musda XI terlihat mengerucut pada dua nama besar, yakni Appi dan Ilham Arief Sirajuddin atau IAS.
Saat tim Appi mengambil formulir pada 13 Juli 2026, kubunya masih menunjukkan kepercayaan diri tinggi. Mereka menyatakan siap menyerahkan 20 surat rekomendasi dan bahkan mempertimbangkan langkah hukum jika dukungan itu tidak diterima panitia.
Kini, setelah Appi batal melanjutkan pencalonan, peluang IAS untuk melaju tanpa perlawanan terbuka semakin lebar. Sejumlah laporan media lokal menyebut dinamika Musda berpotensi mengarah ke aklamasi jika tidak ada manuver baru pada saat-saat terakhir.
Meski begitu, kabar bahwa Appi akan benar-benar meninggalkan Partai Golkar masih belum disampaikan langsung oleh yang bersangkutan. Hingga Rabu, 15 Juli 2026, Appi belum memberikan tanggapan atas konfirmasi media mengenai batalnya pencalonan maupun rencana pamit dari partai berlambang beringin itu.
Karena itu, fakta yang sudah terkonfirmasi sejauh ini adalah Appi batal maju dalam pencalonan Ketua DPD I Golkar Sulsel menjelang Musda XI pada 18 Juli 2026. Sementara isu mundur atau pamit dari Golkar masih bertumpu pada pernyataan Zulkarnain Arif dan belum dijelaskan langsung oleh Appi.
Artikel Terkait
Pertemuan Munafri dan Darije Kalezic Bangkitkan Optimisme Kejayaan PSM Makassar
Pembangunan Stadion Untia Makassar Masuki Tahap Tender, Target Rampung 2027
Pembangunan Stadion Untia Makassar Rp350 Miliar Mulai Ditender, Pemenang Ditargetkan September 2026
Mentan Temui Wali Kota Makassar, Bahas Investasi dan Pertanian Modern