Timnas Inggris harus mengakui keunggulan Argentina 2-1 dalam semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Kamis dini hari. Kekalahan ini membuat Inggris kembali gagal menembus final, sementara Argentina melaju ke partai puncak untuk mempertahankan gelar juara dunia.
Keputusan pelatih Thomas Tuchel mengubah taktik menjadi lima bek justru menjadi bumerang. Setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul pada menit ke-55, Tuchel melakukan tiga pergantian pemain yang memperkuat lini belakang. Ezri Konsa masuk menggantikan Gordon pada menit ke-72, diikuti Dan Burn menggantikan Reece James dan Nico O'Reilly menggantikan Declan Rice.
Tuchel menjelaskan bahwa perubahan formasi bertujuan menutup celah di lini belakang dan memperkuat duel udara. "Kami memutuskan menggunakan lima bek, karena ada terlalu banyak celah dan ruang yang terbuka. Kami ingin menutup ruang di area tengah dan menjadi lebih kuat dalam duel udara," jelas Tuchel kepada BBC Sport.
Namun, perubahan tersebut justru membuat Inggris kehilangan intensitas permainan. Penguasaan bola Inggris turun drastis menjadi hanya 12 persen setelah gol Gordon hingga gol kemenangan Lautaro Martinez di masa tambahan waktu. Tuchel mengakui timnya menjadi pasif setelah mencetak gol. "Sesaat setelah mencetak gol, bahkan sebelum pergantian pemain dilakukan, kami sudah memberikan terlalu banyak peluang kepada mereka. Kami mencoba membantu tim, tetapi tentu tanggung jawab ada pada pelatih," katanya.
Pelatih asal Jerman itu menegaskan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengevaluasi keseluruhan perjalanan Inggris. "Kami menunjukkan mentalitas kuat sepanjang turnamen... Hari ini kami sangat dekat dengan kemenangan, tetapi sekarang bukan saatnya menganalisis keseluruhan turnamen. Kami tersingkir karena kalah dalam pertandingan yang sangat menentukan."
Mantan kapten Inggris Wayne Rooney memberikan pandangan kritis. "Kita harus jujur. Keputusan-keputusan Thomas Tuchel membuat Inggris kalah," ujar Rooney kepada BBC. "Kami runtuh. Semuanya berawal dari keputusan pelatih, kemudian para pemain tidak lagi memberikan tekanan yang cukup terhadap bola. Namun, penyebab utamanya tetap berasal dari pelatih dan keputusan-keputusan yang dia ambil."
Artikel Terkait
Argentina vs Spanyol di Final Piala Dunia 2026, Ulangan Duel 60 Tahun Lalu
Bentrokan Suporter Warnai Kekalahan Inggris dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Argentina Terancam Sanksi FIFA Usai Pemain Bentangkan Spanduk Kepulauan Falkland
Argentina vs Spanyol: Final Piala Dunia 2026 Ulangi Duel 60 Tahun Lalu