Argentina terancam sanksi disiplin dari FIFA setelah para pemainnya merayakan kemenangan semifinal Piala Dunia melawan Inggris dengan membentangkan spanduk yang mendukung klaim kedaulatan atas Kepulauan Falkland. Spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Kepulauan Falkland adalah Argentina" itu diangkat para pemain usai peluit akhir pertandingan di Atlanta, Kamis (16/7/2026).
Juara dunia bertahan itu menang dramatis 2-1 atas tim asuhan Thomas Tuchel, memastikan tempat di final melawan Spanyol. Namun, euforia kemenangan itu diiringi kontroversi politik yang berpotensi berujung sanksi.
Kepulauan Falkland, wilayah seberang laut Inggris di Samudra Atlantik barat daya, telah lama menjadi sengketa antara Argentina dan Inggris. Kedua negara sempat berperang memperebutkan gugusan pulau yang terletak 300 mil dari pantai timur Argentina itu dari April hingga Juni 1982. Konflik 74 hari tersebut menewaskan 655 tentara Argentina dan 255 tentara Inggris, serta tiga warga sipil dari kepulauan itu.
Ini bukan pertama kalinya Argentina mendapat masalah karena aksi serupa. Pada 2014, FIFA mendenda Asosiasi Sepak Bola Argentina sebesar £20.000 setelah para pemain membentangkan spanduk dengan pesan yang sama sebelum pertandingan persahabatan melawan Slovenia. Saat itu, badan pengatur sepak bola dunia menilai tindakan tersebut melanggar aturan tentang aksi politik dan perilaku buruk tim.
Artikel Terkait
FIFA Jatuhkan Sanksi Berat untuk Pemain dan Federasi Argentina Usai Final Piala Dunia 2026
FIFA Jatuhkan Sanksi Berat ke Argentina Usai Keributan di Final Piala Dunia 2026
Krisis Ekonomi Picu Warga Argentina Kembali ke Sistem Barter
PSM Makassar Umumkan Rekrut Sergio Aguero di Tengah Sanksi FIFA