Lautaro Martinez menjadi pahlawan kemenangan Argentina atas Inggris dalam laga dramatis di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7) dini hari WIB. Penyerang Inter Milan itu mencetak gol penentu pada menit ke-90 2 setelah masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-81, memastikan skor akhir 2-1 bagi Argentina.
Argentina sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun, momentum berubah ketika Enzo Fernandez berhasil menyamakan skor pada menit ke-85 lewat assist dari Lionel Messi. Gol tersebut menjadi titik balik yang meningkatkan kepercayaan diri tim dan mengubah jalannya pertandingan.
Lautaro Martinez mengaku sudah punya firasat bakal mencetak gol. Ia bahkan sempat mengatakan kepada Alexis Mac Allister bahwa akan menjadi penentu kemenangan setelah masuk sebagai pemain pengganti.
"Saya memimpikan gol itu, sungguh. Saya bilang kepada Alexis bahwa saya akan mencetak gol. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya akan masuk sebagai pemain pengganti dan menjadi penentu kemenangan. Dan ternyata kesempatan itu benar-benar datang kepada saya," katanya.
Lautaro juga menegaskan bahwa gol Enzo Fernandez sangat krusial dalam menenangkan permainan Argentina. "Enzo juga mencetak gol yang luar biasa. Sekarang, setelah lebih tenang, saya bisa mengatakan bahwa tim ini sekali lagi menunjukkan kualitas yang kami miliki," jelasnya.
Di sisi lain, Lautaro menyoroti kondisi fisik para pemain Inggris yang mulai menurun di menit-menit krusial. Setelah menekan selama sekitar 60 menit, The Three Lions kehabisan tenaga dan mulai bertahan, memberikan peluang bagi Argentina untuk menguasai permainan.
"Mereka kelelahan. Mereka menekan kami selama sekitar 60 menit. Setelah itu mereka sudah kehabisan tenaga. Mereka mulai bertahan setelah mencetak gol," bebernya.
Situasi tersebut membuat Argentina lebih leluasa mengalirkan bola dan melebarkan permainan hingga berhasil mencetak dua gol balasan. "Hal itu justru membuat kami lebih tenang dalam mengalirkan bola. Kami melebarkan permainan, dan pada akhirnya berhasil mencetak dua gol. Kini, setelah tiga setengah tahun, kami kembali tampil di final Piala Dunia," pungkas Lautaro.
Artikel Terkait
Argentina Terancam Sanksi FIFA Usai Pemain Bentangkan Spanduk Kepulauan Falkland
Argentina vs Spanyol: Final Piala Dunia 2026 Ulangi Duel 60 Tahun Lalu
Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, PM Keir Starmer Kecewa
Inggris Gagal Pertahankan Keunggulan, Argentina Balikkan Keadaan di Semifinal Piala Dunia 2026