Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Trenggalek yang bekerja di Hong Kong pulang ke Tanah Air dan mendapati rumah yang ia biayai dari hasil jerih payahnya dirobohkan dengan alat berat. Peristiwa itu terjadi di Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (6/7).
Rumah tersebut dibangun oleh Ngatiatul Kholafiyah (48), warga Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Selama bekerja di Hong Kong, ia rutin mengirim uang kepada suaminya, Purnomo (35), untuk membangun rumah di kampung halaman. Namun, setelah kembali ke Indonesia, Ngatiatul kecewa karena menduga suaminya menjalin hubungan dengan wanita lain.
Kapolsek Kedungadem, AKP Matsuiswanto, membenarkan adanya pembongkaran rumah tersebut. "Adanya pembongkaran rumah dengan menggunakan alat berat di Desa Tlogoagung terkait permasalahan rumah tangga," katanya kepada wartawan, Selasa (7/7).
Menurut Matsuiswanto, upaya mediasi antara Ngatiatul dan Purnomo telah dilakukan, tetapi tidak mencapai titik temu. Akhirnya, kedua belah pihak sepakat secara tertulis untuk merobohkan rumah tersebut. "Pada intinya, pasangan suami istri ini sudah sepakat untuk merobohkan rumah mereka," ucapnya.