Pada Juli 640, pasukan Muslim di bawah komando Amr ibn al-As menghancurkan kekuatan Bizantium dalam Pertempuran Heliopolis, sebuah kemenangan yang membuka jalan bagi penaklukan Mesir dan ekspansi ke Afrika Utara. Pertempuran ini terjadi setelah serangkaian keberhasilan Muslim di Yarmouk dan al-Qadisiyyah, yang mengalihkan perhatian Kekhalifahan Rasyidin ke wilayah barat.
Amr ibn al-As memulai kampanye Mesir pada Desember 639 dengan sekitar 4.000 tentara, setelah mendapat persetujuan Khalifah Umar. Target pertama adalah Pelusium, benteng strategis di timur Delta Nil, yang jatuh pada Februari 640. Pasukan kemudian bergerak ke Belbeis, yang berhasil dikuasai setelah pengepungan sengit pada akhir Maret. Perlawanan kuat Bizantium di kedua benteng itu mendorong Amr meminta bala bantuan.
Pada Mei 640, Muslim mulai mengepung benteng Babilonia. Khawatir pasukan Bizantium dari Heliopolis akan menyerang dari belakang, Amr meninggalkan sebagian pasukan untuk mempertahankan pengepungan dan bergerak menuju Heliopolis. Bala bantuan tiba pada awal Juli, dan pada 6 Juli 640 meskipun tanggal pastinya masih diperdebatkan pasukan Rashidun secara telak mengalahkan Bizantium di bawah pimpinan Theodore.
Kemenangan di Heliopolis mengamankan posisi Muslim dan memungkinkan Amr melanjutkan pengepungan Babilonia, yang akhirnya ditaklukkan pada Desember 640. Ia kemudian maju ke Alexandria, yang menyerah pada September 641. Pertempuran Heliopolis menjadi titik balik yang memastikan penguasaan Muslim atas Mesir dan membuka gerbang ekspansi lebih jauh ke Afrika Utara.
Artikel Terkait
Mohamed Salah Menangis Usai Bawa Mesir ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Kemenangan Mesir atas Australia di Piala Dunia 2026 Disambut Sukacita Warga Gaza
Australia Tersingkir, Tak Ada Wakil Asia di 16 Besar Piala Dunia 2026
Australia Tersingkir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalah Adu Penalti dari Mesir