Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas, Said Abdullah Pastikan Kualitas Tetap Terjaga

- Senin, 06 Juli 2026 | 14:48 WIB
Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas, Said Abdullah Pastikan Kualitas Tetap Terjaga

Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, memastikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan turun tahun depan. Ia menyebut pemangkasan dilakukan dengan menghitung ulang berbagai pos, termasuk moratorium Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan penghentian MBG di hari libur.

"Kalau MBG, pasti turun," tegasnya di DPR, Senin (6/7).

Menurut Said, anggaran MBG pada 2027 diprediksi menjadi Rp 174 triliun. Angka ini diperoleh setelah mempertimbangkan jumlah SPPG yang dibutuhkan, yakni 21.000 dari total 27.000 titik yang ada, serta layanan untuk 84 juta siswa.

"Sehingga hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan ada anggaran kesehatan yang masuk seperti umpamanya stunting, ibu hamil, itu tidak lebih dari 174 triliun (rupiah)," ujarnya.

Meski anggaran dipangkas, Said memastikan kualitas MBG tidak akan berkurang. Ia menekankan pentingnya menjaga tata kelola dan gizi yang diterima siswa.

"MBG itu jangan sebentar-sebentar yang bombastis anggarannya sedemikian rupa. Tapi ketika turun, 'Lah, kok turun?'. Bukan. Tapi yang penting menjaga kualitas," katanya.

Ia menambahkan, penurunan ini cukup signifikan, namun angka tersebut belum final. Said mengingatkan bahwa keputusan akhir akan diketok bersama pemerintah pada September mendatang.

"Diketoknya nanti di Bulan September. Kalau diketok sendiri palunya juga gak laku. Masa Banggar sendiri yang ketok? Kan harus sama pemerintah," tandasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags