Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, membatalkan rencana kunjungannya ke New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri konferensi kepala kepolisian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pembatalan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan hukum dan desakan penangkapan terhadap menteri garis keras itu terkait kebijakan penahanan yang dinilai sarat penyiksaan serta dugaan keterlibatan dalam kejahatan perang di Jalur Gaza.
Media-media lokal Israel, termasuk The Jerusalem Post dan Haaretz, melaporkan pembatalan tersebut pada akhir pekan. Namun, kantor Ben-Gvir belum memberikan konfirmasi resmi. Haaretz, mengutip sejumlah pejabat Kementerian Keamanan Nasional Israel, menyebutkan bahwa keputusan itu diambil setelah adanya rencana unjuk rasa menentang kunjungan Ben-Gvir dan desakan dari kelompok hak asasi manusia agar ia diselidiki dan ditangkap.
Pekan lalu, Hind Rajab Foundation, organisasi berbasis di Belgia yang dikenal aktif mengajukan gugatan hukum terhadap tentara dan pejabat Israel di berbagai negara, mendesak otoritas AS untuk menahan dan mengadili Ben-Gvir. Bersama Center for Constitutional Rights yang bermarkas di New York, mereka telah mengajukan aduan kepada Departemen Kehakiman AS dan mendesak Jaksa Agung New York, Letitia James, untuk memulai penyelidikan.
Ben-Gvir dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kepala Kepolisian PBB di New York pada Selasa (7/7) dan Rabu (8/7) waktu setempat. Hingga kini, belum ada kejelasan apakah pembatalan kunjungan ini terkait langsung dengan tekanan hukum yang dihadapinya.
Artikel Terkait
Menteri Keamanan Israel Serukan Pembunuhan 30-40 Warga Gaza Setiap Malam
Menteri Israel Serukan Pembunuhan 30-40 Warga Gaza Setiap Malam
Dukungan Warga New York ke Wali Kota Mamdani Meningkat di Tengah Serangan Politik
Rencana Supermarket Murah Wali Kota New York Picu Gugatan Pengusaha