Pemimpin Venezuela Bantah Tuduhan Lamban Tangani Gempa

- Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00 WIB
Pemimpin Venezuela Bantah Tuduhan Lamban Tangani Gempa

Pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, membela respons pemerintahannya terhadap dua gempa besar yang melanda negara kaya minyak itu. Ia menegaskan bahwa timnya bergerak cepat sejak bencana terjadi, meskipun kritik dari berbagai pihak menyebut penanganan lamban dan tidak terkoordinasi.

"Kami tidak menunggu satu hari, dua hari, atau tiga hari. Kami langsung bergerak," kata Rodríguez kepada jurnalis asing, sepekan setelah gempa. Ia juga menjelaskan bahwa di lokasi bangunan runtuh, warga setempat secara alami menjadi responden pertama sebelum bantuan resmi tiba.

Sebelumnya, International Rescue Committee menilai respons pemerintah belum sejalan dengan kebutuhan di lapangan. Namun, Rodríguez menolak keras kritik tersebut. Ia menyebutnya sebagai upaya propaganda untuk mendiskreditkan pemerintah. "Memanfaatkan tragedi kemanusiaan untuk kepentingan politik adalah hal yang tidak bisa dibenarkan. Sungguh tidak pantas," tegasnya.

Korban Terus Bertambah, Ribuan Masih Hilang

Rodríguez mengumumkan jumlah korban tewas kini mencapai 2.595 orang, dengan lebih dari 12.400 luka-luka. Ia tidak merinci angka pasti warga yang masih hilang, tetapi diperkirakan masih ribuan. Upaya pencarian dan penyelamatan terus berlangsung, meski harapan menemukan korban selamat semakin tipis. Banyak keluarga dan relawan kini beralih fokus pada evakuasi jenazah.

Sementara itu, ribuan warga bertahan di tempat penampungan penuh sesak atau tidur di ruang terbuka. Dokter memperingatkan kondisi ini dapat memicu wabah penyakit menular, memperburuk krisis kesehatan yang sudah parah.

Bantuan IMF dan Bank Dunia untuk Venezuela

Pada Kamis, Rodríguez menyatakan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia telah menyetujui bantuan keuangan untuk pemulihan. Venezuela merencanakan dana rekonstruksi senilai 200 juta dolar AS bersama IMF, yang akan disalurkan ke kontraktor untuk membangun kembali rumah-rumah yang hancur.

Rodríguez juga berterima kasih kepada Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio atas dukungan mereka. Amerika Serikat telah berkomitmen memberikan lebih dari 300 juta dolar AS dan mengerahkan sekitar 900 personel militer untuk mendukung operasi pencarian dan bantuan kemanusiaan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags