Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela pekan lalu terus bertambah. Kini, total korban mencapai 2.295 orang. Pemerintah Venezuela mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari untuk menghormati para korban.
Pengumuman itu disampaikan oleh Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, dalam pernyataan resmi, Kamis (2/7/2026). "Jiwa negara itu terkoyak oleh kehilangan nyawa," ujarnya.
Dua gempa dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi secara berurutan, merobohkan banyak kompleks perumahan. Puluhan ribu orang masih belum diketahui nasibnya dan dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan. Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan meskipun jendela waktu kritis 72 jam untuk bertahan hidup telah berlalu.
Di tengah upaya penyelamatan, puluhan ribu warga yang selamat kini kesulitan mendapatkan makanan dan tempat berlindung. Para dokter memperingatkan potensi munculnya wabah penyakit karena banyak korban terpaksa tidur di jalanan.
Badan pengungsi PBB, UNHCR, melaporkan bahwa kekurangan makanan terjadi secara luas di kota pelabuhan La Guaira, wilayah yang paling parah terdampak. Layanan dasar lumpuh dan saluran komunikasi sebagian besar terputus di kota tersebut.
Artikel Terkait
Venezuela Berkabung Nasional 7 Hari, Korban Tewas Gempa Capai 1.943 Jiwa
Gempa Kembar Dahsyat di Venezuela Tewaskan Hampir 2.000 Orang, Warga Terancam Wabah Penyakit
Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Tembus 1.943 Jiwa
Balita Selamat Setelah Enam Hari Terjebak Reruntuhan Gempa Venezuela