Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum di ibu kota. Menurutnya, peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal menjadi kunci utama mengurai kemacetan yang sudah menjadi masalah klasik Jakarta.
Pernyataan itu disampaikan Pramono usai menghadiri Pengukuhan Dewan Transportasi Kota Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Jumat (3/7/2026). Ia mengungkapkan bahwa kemacetan di Jakarta dipicu oleh banyak faktor, salah satunya adalah tingginya penggunaan kendaraan pribadi.
"Salah satu problem utama Jakarta, problem klasiknya adalah karena kemacetan. Kemacetan di Jakarta terjadi karena banyak faktor," ujar Pramono dalam sambutannya.
Ia memaparkan, sekitar 4 juta orang dari luar Jakarta masuk ke ibu kota setiap hari untuk bekerja. Selama ini, mayoritas dari mereka masih mengandalkan kendaraan pribadi. Pramono mengaku ingin mengubah kebiasaan tersebut.
"Selama ini, transportasi itu lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi pribadi. Maka Pemerintah DKI Jakarta yang saya pimpin merubah paradigma itu," ujarnya.
Sebagai salah satu langkah konkret, Pramono mencontohkan kebijakan bus Transjabodetabek yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Ia berharap kebijakan serupa dapat terus dikembangkan agar semakin banyak warga beralih ke transportasi umum.
Artikel Terkait
Mobilitas 4 Juta Komuter Jadi Biang Kemacetan Jakarta
Pramono Targetkan Residu Sampah Jakarta di Bawah 20 Persen Lewat Gerakan Pilah Sampah
Pemprov Jakarta Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara
Jakarta World Folklore Festival 2026 Resmi Dibuka, 6 Negara Tampilkan Seni Tradisi