Hipertensi Bisa Sebabkan Kebutaan, Teknologi Laser Diklaim Bantu Atasi Penggumpalan Darah

- Selasa, 30 Juni 2026 | 16:15 WIB
Hipertensi Bisa Sebabkan Kebutaan, Teknologi Laser Diklaim Bantu Atasi Penggumpalan Darah

Hipertensi tidak hanya berdampak pada jantung dan pembuluh darah, tetapi juga dapat merusak mata. Tekanan darah tinggi membuat pembuluh darah menebal, menyempit, dan kaku, yang akhirnya mengganggu fungsi retina dan berujung pada penurunan penglihatan hingga kebutaan.

Seorang narasumber, Ana Sunardi, 58, menceritakan pengalamannya menggunakan teknologi laser untuk mengatasi keluhan yang ia alami. Sebelumnya, ia sering sulit tidur akibat hipertensi, kolesterol, gelisah, dan penglihatan kabur. Kondisi itu menetap dan menjadi perhatian serius hingga ia mencari solusi.

Teknologi Laser untuk Kesehatan

Teknologi laser yang dimaksud dirancang untuk memproduksi sinar laser. Kini tersedia tiga jenis sinar merah, biru, dan kuning yang diklaim mampu mengurai penggumpalan darah di pembuluh darah. Alat ini disebut sebagai Dr Laser dari Gogomall.

Menurut penjelasan dalam program kesehatan, sinar laser yang mengenai gumpalan darah dapat menguraikannya. Hipertensi, diabetes, dan kolesterol meningkatkan risiko penggumpalan darah. Alat ini digunakan di pergelangan tangan tiga kali sehari sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Teknologi laser diklaim membantu menjaga kualitas darah, mengoptimalkan sel darah, dan mengubah kolesterol menjadi energi. Low level laser disebut dapat mengendalikan tekanan darah tinggi dengan meningkatkan kualitas darah dan pembuluh darah, serta mencegah kekentalan darah.

Alat ini juga direkomendasikan bagi mereka yang tidak memiliki keluhan, sebagai langkah pencegahan. Penggunaannya di pergelangan tangan kiri menyinari pembuluh nadi dan titik akupuntur, membantu melancarkan aliran darah dan mengurai gumpalan. Cukup digunakan dua kali sehari selama 15–60 menit.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags