Trump Kirim Utusan ke Qatar, Iran Bantah Ada Pertemuan

- Selasa, 30 Juni 2026 | 03:35 WIB
Trump Kirim Utusan ke Qatar, Iran Bantah Ada Pertemuan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran meminta pertemuan di tengah ketegangan terkait Selat Hormuz. Trump mengirim perwakilan ke Doha, Qatar, untuk menghadiri pertemuan yang disebutnya berlangsung pada Selasa (30/6/2026).

"Iran meminta pertemuan. Pertemuan akan berlangsung besok di Doha," tulis Trump di Truth Social, Senin (29/6/2026).

Sebelumnya, Axios melaporkan bahwa AS dan Iran sepakat menyelesaikan perbedaan pandangan mengenai Selat Hormuz. Ketegangan kedua negara sejak Jumat pekan lalu dipicu perbedaan penafsiran poin Nota Kesepahaman Islamabad, perjanjian damai yang mengakhiri perang sejak 28 Februari. Salah satu poinnya mengatur lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz.

Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi membantah adanya pembicaraan teknis dengan AS di Doha pekan ini. Ia menegaskan tidak ada pertemuan yang dijadwalkan, meski konsultasi dengan mediator Pakistan dan Qatar terus berlanjut.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Trump mengirim utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner ke Doha untuk bertemu dengan Iran. Pertemuan tingkat tinggi diperkirakan berlangsung di sela negosiasi teknis.

"Sejauh yang kami ketahui, kami tetap menepati janji gencatan senjata," kata Leavitt. Ia menambahkan bahwa meski Trump berkomitmen pada proses perdamaian, AS tetap berhak menggunakan kekuatan militer. "Kekerasan akan dibalas dengan kekerasan," ujarnya.

Leavitt menyampaikan harapan pemerintahan Trump untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Namun Trump hanya akan menandatangani perjanjian permanen jika poin-poinnya memprioritaskan kepentingan nasional AS.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags