TOD Dukuh Atas Siap Integrasikan Enam Moda Transportasi, Target Rampung 2028

- Minggu, 28 Juni 2026 | 14:00 WIB
TOD Dukuh Atas Siap Integrasikan Enam Moda Transportasi, Target Rampung 2028

Pemerintah memulai pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Dukuh Atas, Jakarta, yang akan mengintegrasikan enam moda transportasi dalam satu area. Proyek ini dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta dan ditargetkan rampung pada 2028.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, konsep pembangunan berupa cincin melingkar yang menghubungkan berbagai moda. Kawasan ini nantinya akan melayani LRT, MRT, kereta bandara, KRL, Transjakarta, dan JakLinko. "TOD yang donat itu diharapkan bisa selesai di 2028, itu akan dikerjakan oleh Pemda dan PT MRT. Nanti di TOD itu kita akan melihat konektivitas transportasi yang terintegrasi dalam enam moda," ujar Menhub dalam media briefing di Jakarta, Jumat malam (26/6/2026).

Integrasi ini diharapkan memudahkan masyarakat berpindah antar moda. "Diharapkan bahwa Jakarta akan terhubung secara lebih luas lagi. Kita belum kasih nama, sementara kita bilang donat. Ini nanti yang akan menghubungkan semua wilayah di Jakarta, sehingga masyarakat bisa mengakses seluruh wilayah Jakarta dengan mudah," lanjutnya.

Dalam rencana pengembangan, Patung Jenderal Sudirman di Jalan Jenderal Sudirman akan dipindahkan ke arah Jalan MH Thamrin untuk mendukung proyek tersebut.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud mengungkapkan bahwa Dukuh Atas sebenarnya sudah dilengkapi berbagai moda transportasi, namun konektivitas antar moda belum optimal. "Saat ini di kawasan Dukuh Atas adalah salah satu kawasan TOD Jakarta yang cukup lengkap dari sisi fasilitas transportasi publik, tapi tidak serta merta terkoneksi," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Konsep yang dikembangkan diberi nama "Cincin Donat", yakni sistem integrasi berupa jembatan khusus pejalan kaki yang menghubungkan empat titik moda transportasi utama. "Kita sebut 'Cincin Donat' karena jembatan ini akan membentuk koneksi melingkar yang menghubungkan satu moda ke moda lainnya. Fokusnya bukan pada kendaraan bermotor, melainkan pada pejalan kaki," kata Farchad.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags