Survei Litbang Kompas: Kepercayaan Publik ke Polri Meningkat, Akademisi Ingatkan Konsistensi

- Senin, 29 Juni 2026 | 16:06 WIB
Survei Litbang Kompas: Kepercayaan Publik ke Polri Meningkat, Akademisi Ingatkan Konsistensi

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mengalami kenaikan signifikan berdasarkan survei Litbang Kompas. Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, mengapresiasi capaian tersebut, namun mengingatkan bahwa hasil ini harus menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kinerja institusi.

Menurut Adrianus, dinamika kepercayaan masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pengalaman langsung terhadap pelayanan, pemberitaan di media massa dan media sosial, hingga keberhasilan institusi dalam menangani persoalan yang menjadi perhatian publik. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam memberikan pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

"Hasil survei sebaiknya tidak dipandang semata-mata sebagai ukuran keberhasilan ataupun kegagalan, melainkan sebagai umpan balik yang konstruktif untuk memperbaiki kebijakan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat komunikasi publik," ujar Adrianus dalam keterangannya, Senin (29/6).

Senada dengan Adrianus, akademisi dan pakar kepolisian Indonesia, Albertus Wahyurudhanto, mencatat tiga indikator utama Polri mengalami kenaikan berdasarkan survei Litbang Kompas tahun 2026. "Tingkat kepercayaan mencapai 82,4 persen. Sementara kepuasan publik mencapai 67,6 persen dan tingkat citra positif mencapai 71,5 persen," ujar Albertus.

Dibandingkan 2025, kenaikan tersebut cukup tajam. Kepercayaan publik naik dari 76,2% menjadi 82,4%, kepuasan masyarakat dari 65,1% menjadi 67,6%, dan citra positif melonjak dari 64,4% menjadi 71,5%. Menurut Albertus, angka-angka itu menunjukkan Polri telah bekerja sesuai tugas pokoknya.

"Masyarakat melihat Polri telah bekerja dengan baik sesuai dengan tugas pokoknya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai penegak hukum dan terutama sebagai pembina kamtibmas," jelasnya.

Meski demikian, Albertus menegaskan angka-angka itu harus menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik. "Angka-angka ini harus dimaknai sebagai cara masyarakat untuk melecut Polri sehingga Polri semakin hari menunjukkan data dan fakta bahwa niatan itu tidak hanya sekedar niat tetapi memang terimplementasi dengan hasil kinerja yang baik," tegasnya.

Ia berharap Polri terus membuktikan pengabdiannya melalui kinerja nyata yang valid dan objektif. "Semoga angka ini dipertahankan selalu, itu akan menunjukkan jati diri Polri yang sebenarnya," pungkas Guru Besar STIK-PTIK ini.

Said Iqbal Sampaikan Selamat Hari Bhayangkara

Hasil survei ini dirilis menjelang Hari Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli mendatang. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Korps Bhayangkara.

Said Iqbal memberikan apresiasi tinggi atas peran Polri yang dinilainya selalu hadir di tengah masyarakat, termasuk saat aksi demonstrasi buruh. "Polisi Republik Indonesia selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, di tengah-tengah demonstrasi buruh, mengatur dengan bijak dan arif," ujar Said Iqbal.

Ia juga menyoroti kontribusi Polri dalam membantu penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Menurutnya, Polri turut membentuk ketenagakerjaan untuk membantu buruh mencari solusi. "Kami buruh Indonesia mengucapkan terima kasih, sekaligus mengucapkan Dirgahayu Bhayangkara yang ke-80, Polri untuk masyarakat," tegasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags