Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat harga komoditas global mulai turun setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai. Juru bicara IMF Julie Kozack mengatakan perjanjian itu meningkatkan harapan perdamaian di kawasan yang selama ini dilanda konflik.
Perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran sebelumnya menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi minyak dan komoditas lainnya. Namun, setelah kedua negara menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang mencakup gencatan senjata 60 hari dan pembukaan kembali selat tersebut, harga berbagai komoditas mulai merosot.
Menurut Kozack, harga minyak telah turun dari level tertinggi selama masa perang. Tidak hanya minyak, harga gas alam, logam dasar, urea, dan beberapa jenis pupuk juga mengalami penurunan. Ia menyebut perang di kawasan itu telah menguji ketahanan ekonomi global.
Dari sisi inflasi, Kozack mengungkapkan bahwa beberapa bank sentral menaikkan suku bunga sementara yang lain mempertahankannya. IMF melihat ekspektasi inflasi secara umum tetap stabil, namun tetap menyarankan bank sentral untuk waspada terhadap kemungkinan memburuknya ekspektasi tersebut.
Artikel Terkait
TOD Dukuh Atas Siap Integrasikan Enam Moda Transportasi, Target Rampung 2028
Sektor Logistik Diproyeksi Sumbang Rp1.700 Triliun ke PDB, Ini Tantangannya
UBS Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Taiwan 2026 Jadi 9,9 Persen
Kabel Menjuntai di Karawang, Empat Perjalanan Kereta Terlambat 59 Menit