Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa 15 desa di empat kabupaten mengalami kekeringan seiring masuknya musim kemarau. Lebih dari 20.000 jiwa terdampak bencana ini.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kekeringan dirasakan warga di empat desa di Kecamatan Pemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Desa yang terdampak meliputi Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo.
"BPBD mencatat 2.498 kepala keluarga (KK) atau 8.319 jiwa terpapar kekeringan di wilayah tersebut. Bencana ini dilaporkan BPBD Kabupaten Klaten sejak awal Juni 2026. Sebanyak 377 KK atau 1.450 jiwa mendapatkan 60.000 liter air bersih. Pendistribusian bantuan air ini berlangsung secara bertahap," ungkap Aam, sapaan Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/6/2026).
Di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kekeringan melanda tiga desa di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari. "Data sementara BPBD mencatat 166 KK terdampak kekeringan di wilayahnya. BPBD Kabupaten Pemalang mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter untuk Desa Pulosari," paparnya.
Kekeringan juga terjadi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Data sementara BPBD mencatat 42 KK atau 125 jiwa terdampak. Desa yang terdampak adalah Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, dan Desa Samiran, Selo. BPBD Kabupaten Boyolali telah mendistribusikan 5.000 liter air kepada warga dua desa tersebut.
Sementara itu, di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, kekeringan dialami enam desa di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Sekotong, Lembar, Gerung, Kuripan, dan Batu Layar. Total populasi terpapar mencapai 4.245 KK atau 12.008 jiwa. "Pendistribusian air bersih secara bertahap terus dilakukan pemerintah daerah kepada wilayah-wilayah terdampak. Bantuan air bersih tersalurkan sebanyak 84.000 liter," ujar Aam.
Menyikapi bahaya hidrometeorologi kering, khususnya kekeringan, BNPB mengimbau warga untuk bijak dalam pemanfaatan air. "Pendistribusian air dengan mobil tangki merupakan penanganan jangka pendek. Apabila masih terjadi peluang hujan, masyarakat dapat memanen air hujan sebagai cadangan air," pungkasnya.
Artikel Terkait
Harga Komoditas Turun Usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Kabel Menjuntai di Karawang, Empat Perjalanan Kereta Terlambat 59 Menit
Nasib Tragis Iran di Piala Dunia 2026: Gagal Lolos Setelah Drama Politik dan Lapangan
Satgas Penyelundupan Polri Selamatkan Keuangan Negara Hampir Rp1 Triliun