Mengenang Ahsan/Hendra, Juara Dunia Terakhir Indonesia Jelang Kejuaraan 2026

- Kamis, 13 Agustus 2026 | 05:00 WIB
Mengenang Ahsan/Hendra, Juara Dunia Terakhir Indonesia Jelang Kejuaraan 2026

Jelang BWF World Championships 2026 yang akan berlangsung di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus, publik bulu tangkis Tanah Air tentu berharap banyak pada wakil-wakilnya. Sebanyak 11 wakil Indonesia akan berlaga di ajang bergengsi itu, dengan misi mengakhiri penantian panjang gelar juara dunia. Terakhir kali Indonesia merasakan gelar tersebut adalah pada 2019, ketika Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan tampil sebagai juara.

Kisah Ahsan/Hendra di kejuaraan dunia 2019 menjadi salah satu momen yang tak terlupakan. Berlaga di Basel, Swiss, pasangan yang akrab disapa The Daddies itu menunjukkan permainan matang sepanjang turnamen. Sebagai unggulan keempat, mereka melaju mulus dari babak kedua, mengalahkan Jelle Maas/Robin Tabeling dengan skor telak 21-13, 21-12. Kemudian, giliran Alexander Dunn/Adam Hall yang menjadi korban keganasan mereka, takluk 21-19, 21-16.

Perjalanan mereka semakin menarik saat menghadapi pasangan Taiwan, Liao Min-chun/Su Ching-heng, di perempatfinal. Ahsan/Hendra menang dua gim langsung dengan skor 21-17, 21-19. Namun, tantangan terbesar justru datang dari sesama wakil Indonesia, MURIANETWORK.COM Alfian/Muhammad Rian Ardianto, di semifinal. Laga sengit pun terjadi, dan Ahsan/Hendra akhirnya menang lewat pertarungan tiga gim 21-16, 15-21, 21-10.

Di partai final, mereka berhadapan dengan pasangan Jepang yang tangguh, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Pertandingan berjalan ketat, dengan Ahsan/Hendra merebut gim pertama melalui adu poin 25-23. Hoki/Kobayashi sempat bangkit dengan memenangi gim kedua 9-21, tetapi The Daddies menutup laga dengan kemenangan 21-15 di gim penentuan. Gelar juara dunia pun kembali ke pangkuan Indonesia.

Kini, enam tahun berselang, publik menanti apakah dahaga gelar juara dunia akan terobati di New Delhi. Dengan materi pemain yang ada, harapan itu tentu masih terbuka lebar.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags