Seorang warga Kabupaten Probolinggo, Supandang (40), menjadi korban pembacokan di tengah jalan hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Peristiwa itu diduga dipicu oleh penagihan sisa utang senilai Rp 500 ribu.
Pembacokan terjadi di Jalan Desa Tunggalcerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa (11/8). Korban mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh, termasuk leher dan punggung.
Kepala Desa Jrebeng, Ruslan, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban hendak menagih utang kepada terduga pelaku. Keduanya berpapasan di jalan desa dan terjadi cekcok yang berujung pada aksi kekerasan.
"Pelaku punya utang ke korban. Itu mungkin kurang lebih satu tahun. Cara bicaranya mungkin kurang enak. Korban bertemu dengan pelaku di perjalanan, kemudian terjadi carok," ujar Ruslan, Rabu (12/8).
Setelah kejadian, anggota Unit Reskrim Polsek Wonomerto mengamankan dua orang yang merupakan bapak dan anak, yakni Riyadi (60) dan Kosnadi (35), warga Desa Tunggalcerme, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan Kosnadi sebagai terduga pelaku pembacokan.
Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, mengatakan bahwa penyidik Reskrim masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan. "Hasil pemeriksaan awal, peristiwa ini berawal dari masalah hutang sisa Rp 500.000 (yang sedang ditagih oleh korban). Saat ini kedua tersangka masih dalam proses penyelidikan," ucapnya.
Artikel Terkait
Marbut di Purwakarta Tewas Dibacok Tetangga Saat Hendak Azan
Pengamen Manusia Silver Tewas Dibunuh Teman Sendiri, Dua Pelaku Ditangkap di Kediri
Massa Silat Bubar, Lalu Lintas di Sekitar Markas Debt Collector Surabaya Kembali Lancar
Massa Pesilat Serbu Markas Debt Collector di Surabaya, Satu Pelaku Pembacokan Masih Diburu