Sebuah kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz menjadi sasaran serangan rudal Iran pada Sabtu (27/6/2026). Insiden ini memperparah ketegangan yang sudah memanas setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan dalam dua hari terakhir.
Militer AS sebelumnya melancarkan serangan udara terhadap sejumlah posisi militer Iran di Selat Hormuz, termasuk stasiun radar, pada Jumat malam. Serangan itu merupakan balasan atas gempuran drone Iran terhadap sebuah kapal kargo yang melintas di selat tersebut pada Kamis.
Beberapa jam kemudian, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membalas dengan menembakkan drone ke pangkalan militer AS di Bahrain. Kedua pihak saling menuduh telah melanggar nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai yang diteken pada 17 Juni lalu.
Badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, menyatakan serangan proyektil pada Sabtu siang menyebabkan kerusakan pada anjungan kapal tanker yang tidak disebutkan identitasnya. Seluruh kru kapal dilaporkan selamat.
Pemerintah Iran belum berkomentar resmi terkait laporan serangan terhadap kapal tanker tersebut. Namun, stasiun televisi pemerintah melaporkan bahwa IRGC hanya melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal-kapal yang tidak disebutkan namanya karena berusaha melintasi Selat Hormuz melalui rute yang tidak disetujui Iran. Setelah kejadian itu, kapal-kapal lain yang akan melintasi selat tersebut meminta izin Iran untuk mendapatkan jalur aman.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan militernya melancarkan serangan "pertahanan" terhadap target militer yang terkait dengan AS. Otoritas Bahrain kemudian mengonfirmasi serangan drone Iran. Bahrain merupakan markas Armada Ke-5 Angkatan Laut AS.
Mohsen Rezaei, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, menuduh AS telah melanggar MoU dengan mendukung apa yang disebutnya sebagai pasukan proksi, merujuk pada Israel, ke Lebanon. Padahal, Lebanon termasuk dalam MoU perjanjian damai. Rezaei juga menuduh AS menciptakan ketegangan di Selat Hormuz.
Sementara itu, Ebrahim Azizi, kepala komite keamanan nasional parlemen Iran, menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap instruksi pelayaran Iran melalui jalur perairan strategis tersebut akan ditindak tegas.
Artikel Terkait
Peserta Program SPPI Meninggal Akibat TBC, Kemhan Jelaskan Hasil Tes Kesehatan
Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dinilai Perluas Sumber Pembiayaan Nasional
Gempa Ganda Dahsyat Guncang Venezuela, 920 Tewas dan Puluhan Ribu Hilang
Mutasi Besar-besaran Polri: 1.121 Personel Dirotasi, Sejumlah Wakapolda dan Kapolda Berganti