Produk Olahan Ikan Indonesia Berpeluang Tembus Pasar Arab Saudi, Potensi Transaksi Rp17,8 Miliar

- Minggu, 28 Juni 2026 | 04:15 WIB
Produk Olahan Ikan Indonesia Berpeluang Tembus Pasar Arab Saudi, Potensi Transaksi Rp17,8 Miliar

Pelaku usaha perikanan Indonesia membuka peluang ekspor baru ke Arab Saudi setelah menggelar pertemuan bisnis dengan buyer setempat. Dalam penjajakan awal yang difasilitasi Kementerian Perdagangan, perusahaan Indonesia JAFPA bertemu dengan Tamaiz Asia Trading, distributor asal Arab Saudi yang tertarik memasarkan bakso ikan, nuget ikan, nuget udang, dan filet ikan nila ke jaringan ritel di negara tersebut.

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Bagas Haryotejo menyambut positif langkah awal ini. Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya menyasar konsumen lokal, tetapi juga berpotensi memenuhi kebutuhan katering jutaan jemaah haji dan umrah yang setiap tahun berada di Arab Saudi. Nilai pasar konsumsi jemaah diperkirakan mencapai sekitar Rp50 triliun.

“Potensi transaksi antara JAFPA dan Tamaiz mencapai USD800 ribu hingga USD1 juta, atau sekitar Rp17,8 miliar dengan asumsi kurs Rp17.860,” ujar Bagas dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2026).

Sebagai tindak lanjut, Tamaiz Asia Trading akan membawa sampel produk untuk uji pasar, sementara JAFPA menyiapkan daftar harga berbagai varian produk. Negosiasi lebih rinci akan dilakukan secara daring yang difasilitasi ITPC Jeddah.

“Kami harap kerja sama ini menjadi pintu masuk bagi lebih banyak produk pangan olahan Indonesia untuk memperluas pangsa pasar di Arab Saudi dan kawasan sekitarnya,” kata Bagas.

Tamaiz Asia Trading merupakan perusahaan distribusi makanan, minuman, dan produk konsumsi rumah tangga. Perusahaan ini telah lebih dari 15 tahun menjalin kerja sama dengan pelaku usaha Indonesia dan secara konsisten mengimpor produk seperti sabun dan kopi instan. Kini, mereka memperluas lini usaha ke pengadaan pangan bagi jemaah haji.

Perwakilan Tamaiz, Saeed Alamoudi, menilai Indonesia sebagai negara muslim terbesar dunia dengan jumlah jemaah haji dan umrah terbanyak di Arab Saudi merupakan peluang besar. “Fakta ini merupakan peluang untuk produk-produk makanan halal Indonesia agar dapat dipasarkan secara masif di Arab Saudi, tidak hanya untuk konsumen Indonesia tetapi juga lokal dan kawasan sekitar,” ujarnya.

Penjajakan ini mencerminkan sinergi antara perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri dan Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag dalam membuka akses pasar baru. Keterlibatan pemerintah memberikan keyakinan tambahan bagi calon importir.

Bagas menambahkan, masyarakat Arab Saudi memiliki tingkat konsumsi tinggi terhadap produk olahan boga bahari, terutama produk beku yang praktis, memiliki masa simpan panjang, dan harga kompetitif. Selain daging ayam, sapi, dan kambing, produk boga bahari menjadi alternatif sumber protein yang semakin diminati.

Tren ini membuka peluang bagi produk perikanan Indonesia yang dikenal berkualitas dan memiliki cita rasa beragam. Kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan sertifikasi juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing.

Perdagangan Indonesia-Arab Saudi

Total perdagangan kedua negara pada Januari April 2026 mencapai USD1,58 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD675,8 juta dan impor USD912,1 juta. Sepanjang 2025, total perdagangan tercatat USD6,52 miliar, dengan ekspor Indonesia USD2,88 miliar dan impor USD3,64 miliar.

Ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi meliputi kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewan/nabati, kapal laut, berbagai makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu. Sementara impor Indonesia dari Arab Saudi antara lain garam, belerang, kapur, plastik, bahan kimia organik, dan buah-buahan.

Sejalan dengan meningkatnya permintaan pangan olahan, ekspor produk makanan Indonesia ke Arab Saudi diproyeksikan tumbuh 5–7 persen, dari sekitar USD71 juta pada 2025 menjadi sekitar USD90 juta pada akhir 2026.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags