Lima Peserta Program SPPI Meninggal Saat Latihan Dasar Militer, Kemhan Beri Santunan Rp50 Juta

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:40 WIB
Lima Peserta Program SPPI Meninggal Saat Latihan Dasar Militer, Kemhan Beri Santunan Rp50 Juta

Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi bahwa lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) angkatan 2026 meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil). Para korban merupakan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih yang tengah menjalani pelatihan di sejumlah satuan pendidikan TNI.

Berdasarkan laporan resmi hingga Sabtu, 27 Juni 2026, kelima korban adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari. Mereka mengalami kondisi kesehatan yang memburuk di lapangan, termasuk heat stroke dan henti jantung, akibat cuaca ekstrem dan intensitas latihan yang tinggi.

Peristiwa terjadi di beberapa lokasi, seperti Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, Puslatpur Kodiklatad Baturaja, dan Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Kemhan menyatakan bertanggung jawab dengan mendampingi proses pemakaman dan memberikan santunan duka sebesar Rp50 juta per orang kepada keluarga korban.

Meningkatnya jumlah korban mendorong publik dan berbagai pihak mendesak investigasi menyeluruh serta evaluasi ketat terhadap prosedur keselamatan latihan militer bagi calon pengelola koperasi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags