Umat Hindu di berbagai daerah merayakan Hari Raya Kuningan, Sabtu (27/6/2026), dengan melaksanakan persembahyangan dan tradisi adat. Perayaan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Galungan yang memiliki makna spiritual mendalam.
Di Desa Bongan Gede, Tabanan, Bali, ratusan warga mengikuti tradisi Mesuryak. Tradisi khas ini ditandai dengan saling melempar dan berebut uang sebagai simbol suka cita dalam mengantarkan roh para leluhur kembali ke surga, sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, umat Hindu di Kota Jambi melaksanakan persembahyangan di Pura Giri Indra Lokha. Mereka memanjatkan doa sebagai ungkapan rasa syukur serta memohon keselamatan, kedamaian, dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.
Perayaan Hari Raya Kuningan menjadi momen penting bagi umat Hindu untuk memperkuat nilai spiritual, menjaga tradisi leluhur, serta mempererat hubungan antarsesama.
Artikel Terkait
Patroli Imigrasi di Bali Jaring 66 WNA Pelanggar dalam Sepekan
Celah Visa yang Tak Kunjung Ditutup: Bali dan Kontradiksi Sikap Indonesia terhadap Israel
Ganja Pasta Rp 1,5 Miliar Disamarkan dalam Mainan Anak, Dua WNA India Dibekuk di Ngurah Rai
Klub Lari di Bali Dikecam karena Menolak WNI, Pengamat: Diskriminasi dan Politik Ruang