Nadia Shakila Azzahra Rasakan Lonjakan Level di MLSC All-Stars 2026

- Jumat, 26 Juni 2026 | 20:42 WIB
Nadia Shakila Azzahra Rasakan Lonjakan Level di MLSC All-Stars 2026

Persaingan di ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 terasa jauh lebih berat dari yang dibayangkan Nadia Shakila Azzahra. Pemain yang tergabung dalam skuad All-Stars Yogyakarta itu mengaku langsung merasakan perbedaan level ketika berhadapan dengan pemain-pemain terbaik dari berbagai kota. Jika di seri regional ia masih bisa mendominasi, di panggung nasional ini ia harus bekerja ekstra keras.

Bagi Nadia, pengalaman tampil di MLSC All-Stars untuk pertama kalinya menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, ia mengaku senang bisa berhadapan dengan lawan-lawan tangguh sekaligus menambah banyak teman baru selama turnamen berlangsung.

"Kalau di MilkLife Jogja itu lawannya enggak terlalu berat-berat, tapi kalau di sini udah ngerasain lawan yang begitu berat-berat juga," ujarnya saat berbincang dengan kumparanBOLANITA, Jumat (27/6) di Supersoccer Arena, Kudus.

Perjalanan Nadia mengikuti MilkLife Soccer Challenge bermula dari informasi yang ia dapatkan di sekolah. Begitu tahu ada program pembinaan sepak bola wanita, ia langsung meminta guru pendidikan jasmani untuk mendaftarkannya.

"Terus aku bilang ke guru PJOK, akhirnya didaftarin ke MilkLife juga. Alhamdulillah kemarin ikut seleksi All-Star ini dan bisa ke Kudus," katanya.

Kesempatan itu tidak disia-siakan. Meski baru bergabung pada MLSC Yogyakarta 2025, Nadia menunjukkan perkembangan pesat dalam tiga seri yang ia ikuti. Puncaknya, ia menjadi Top Scorer kategori U-12 dengan torehan 50 gol di MLSC Yogyakarta Seri 2 2025/26. Prestasi itu pula yang mengantarkannya ke skuad All-Stars Yogyakarta 2026 dan menjadi debutnya di level nasional.

Kini, Nadia dan timnya telah melangkah ke babak semifinal. Namun, jalan menuju fase itu tidak mudah. Mereka harus melewati laga sengit melawan All-Stars Semarang yang baru berakhir setelah adu penalti di perempat final. Nadia menjadi salah satu eksekutor dan mengaku sempat dihantui rasa gugup sebelum menendang bola.

"Tentunya juga tadi ada grogi, takut enggak masuk juga, tapi enggak apa-apa," ucapnya.

Menurut Nadia, kekuatan Semarang tidak jauh berbeda dengan timnya. "Paling sama kayak Jogja lah, 11-12 sama Jogja," kata pemain berusia 12 tahun itu.

Dari seluruh lawan yang dihadapi selama turnamen, Nadia menyebut All-Stars Solo sebagai tim yang paling menyulitkan. Ia menilai tim tersebut memiliki pemain-pemain berkualitas, termasuk Ika Wonda yang dinilai memiliki kecepatan dan kemampuan melepaskan tembakan dengan baik.

Menatap semifinal kontra Jakarta pada Sabtu (27/6) esok, Nadia berharap timnya bisa meningkatkan kerja sama, komunikasi, dan kekompakan agar mampu melangkah hingga menjadi juara. Secara pribadi, ia juga membidik gelar pemain terbaik.

"Jakarta tuh pastinya banyak yang bagus-bagus seperti Albianca, jadi takut. (Tapi harapannya) pastinya pulang juga harus bawa oleh-oleh dong, harus juara," pungkas Nadia.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags