Sementara dari domestik, agenda rilis data akan terjadi pada Kamis 1 Agustus jam 07.30 wib, di mana data aktivitas manufaktur atau lebih terkenal disebut Indeks PMI manufaktur akan menyita perhatian investor. Rilis data tersebut kemudian akan disusul data penting lainnya yaitu inflasi bulanan.
Betapa pun, sentimen yang berkembang di awal pekan ini masih lumayan optimis dan IHSG boleh berharap cerah. Situasi yang mirip semoga menjalar hingga pasar uang. Gerak Rupiah yang telah merosot signifikan di sepanjang pekan lalu kini bisa sedikit berharap untuk setidaknya menghentikan laju pelemahan. Hal Ini terlebih pola gerak nilai tukar mata uang utama Dunia yang hingga pagi ini masih cenderung tenang.
Rupiah masih rentan mendekati level psikologis nya di kisaran Rp 16.300 per Dolar AS, namun dua agenda rilis data perekonomian domestik membuka harapan untuk mempertahankan Dolar AS tetap di bawah level psikologis tersebut.
Tinjauan teknikal terkini masih menunjukkan tren penguatan Rupiah yang bertahan. Namun Tren penguatan ini akan menjadi rentan bila Rupiah Kembali mengalami koreksi lanjutan dalam rentang tajam.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Yield Total Tembus 10,1%
Arab Saudi Resmi Hentikan Visa Haji Furoda 2026, Indonesia Dukung Penuh
Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu untuk Jaga Kekayaan Negara
Pemerintah Tegas Jaga Rasio Utang di 40% Meski Aturan Izinkan 60%