Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia kembali dibuka dengan tekanan pada Selasa pagi, tercermin dari koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah sikap wait and see pelaku pasar yang masih menantikan sejumlah agenda penting.
Berdasarkan data yang dihimpun, IHSG dibuka turun 20,19 poin atau 0,33 persen ke level 6.096,50. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami pelemahan sebesar 2,01 poin atau 0,34 persen ke posisi 597,19. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian investor menjelang pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni 2026.
Sebelumnya, IHSG telah ditutup melemah 0,98 persen ke level 6.116,69. Sikap wait and see investor menjadi faktor utama di balik koreksi tersebut, seiring ketidakpastian yang menyelimuti hasil review klasifikasi pasar tahunan oleh MSCI.
Di sisi lain, Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan bahwa pasar juga merespons sejumlah ketidakpastian terkait implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Salah satu isu yang mencuat adalah wacana demutualisasi Bursa Efek Indonesia yang berpotensi mengubah struktur kepemilikan dan tata kelola bursa ke depan.
“Fokus pasar hari ini tertuju pada hasil MSCI Annual Market Classification Review,” demikian pernyataan tim riset dalam laporan hariannya.
Selain agenda MSCI, investor juga akan mencermati rilis data M2 Money Supply Indonesia serta perkembangan terbaru terkait review peringkat kredit Indonesia oleh S&P Global. Dari sisi teknikal, tim riset menilai IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan pergerakan yang terbatas.
“Selama bertahan di atas area support 6.070-5.930, peluang rebound masih terbuka dengan target resistance 6.300-6.350,” sebut tim riset tersebut.
Artikel Terkait
Kementan Dorong UGM Segera Daftarkan Hak PVT atas Ratusan Varietas Unggul Hasil Riset
Polisi Bongkar Sindikat Love Scamming di Jatim, 53 Orang Jadi Korban dengan Kerugian Rp1,1 Miliar
Menkes Pastikan Rekonstruksi Wajah bagi Korban Penganiayaan dan Penyekapan di Bandung
Iran Bantah Klaim AS Soal Kesepakatan Kembalikan Pengawas Nuklir ke Negara Itu