Kuwait Genjot Produksi Minyak Usai Selat Hormuz Kembali Dibuka

- Jumat, 19 Juni 2026 | 15:40 WIB
Kuwait Genjot Produksi Minyak Usai Selat Hormuz Kembali Dibuka

Kuwait mulai menggenjot produksi minyaknya menyusul pembukaan kembali Selat Hormuz, setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara. Langkah ini menandai pemulihan sektor energi negara tersebut yang sempat lumpuh akibat konflik berkepanjangan di kawasan.

Dalam waktu seminggu, Kuwait menargetkan produksi mencapai dua juta barel per hari. Keputusan ini diumumkan oleh CEO Kuwait Petroleum Corp, Sheikh Nawaf Al-Sabah, dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg. Ia menyebutkan bahwa perbaikan infrastruktur energi yang rusak telah berjalan cukup signifikan, sehingga produksi dapat kembali ke level sebelum perang lebih cepat dari perkiraan awal.

“Negara tersebut telah melakukan perbaikan yang cukup pada infrastruktur energi yang rusak sehingga mampu meningkatkan produksi ke tingkat sebelum perang lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya,” ujar Sheikh Nawaf Al-Sabah.

Selama perang, produksi minyak Kuwait merosot drastis hingga hanya setengah juta barel per hari. Ladang-ladang minyak menjadi sasaran serangan, sementara penutupan Selat Hormuz memutus jalur pelayaran utama yang menjadi arteri ekspor energi negara itu. Bersama Irak, Bahrain, dan Qatar, Kuwait sangat bergantung pada selat tersebut untuk mengirimkan minyak ke pasar global.

Sheikh Nawaf Al-Sabah juga menegaskan bahwa seluruh pemberitahuan force majeure yang dikeluarkan selama masa perang akan segera dicabut. Langkah ini menjadi sinyal bahwa aktivitas ekspor minyak Kuwait akan kembali normal dalam waktu dekat.

Sementara itu, kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran yang disepakati pekan ini menjadi titik balik penting. Kedua negara telah terlibat konflik bersenjata sejak Februari, dan pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu hasil nyata dari perundingan tersebut.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar