Bendahara Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Sahroni, memberikan tanggapan tajam terhadap sikap politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dinilainya abu-abu. Ia justru menilai bahwa mengambil posisi sebagai oposisi secara tegas jauh lebih terhormat daripada bersikap ambigu di tengah dinamika politik nasional.
Sahroni menyoroti pola manuver PDIP yang, menurut pengamatannya, hanya bersedia mendukung pemerintah ketika situasi sedang menguntungkan. Namun, ketika pemerintahan menghadapi tekanan atau kesulitan, partai berlambang banteng itu justru ikut serta dalam gelombang kritik dan serangan.
“PDIP jangan mau senangnya saja atuh, kala susah malah nimbrung untuk hajar pemerintah,” ujar Sahroni saat dihubungi pada Jumat, 19 Juni 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Sahroni dalam konteks perdebatan mengenai posisi politik yang ideal bagi partai-partai di Indonesia. Menurutnya, menjadi oposisi bukanlah sebuah aib, melainkan pilihan yang lebih jantan dan konsisten dalam berdemokrasi.
“Mau oposisi itu lebih gentle daripada plin-plan, lebih baik oposisi itu lebih gentle, supaya jelas,” tegasnya.
Sikap yang tidak jelas, lanjut Sahroni, justru dapat membingungkan publik dan mengurangi kualitas kontestasi politik. Ia menekankan bahwa ketegasan dalam memilih posisi, baik sebagai pendukung maupun pengkritik pemerintah, merupakan bagian dari etika berpolitik yang sehat.
Artikel Terkait
Petani Sawit Khawatir Margin Ekspor BUMN Tekan Harga Tandan Buah Segar
KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar dalam Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA yang Jerat Mantan Wamen Imigrasi Silmy Karim
Roy Suryo dan Dokter Tifa Jalani Pemeriksaan Kesehatan Usai Ditangkap di Kasus Ijazah Jokowi
Messi dan David Bersaing Ketat di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026 dengan Tiga Gol