Meksiko dan Korea Selatan akan memperebutkan status juara Grup A di Estadio Guadalajara, Jumat pagi nanti, dengan tekanan dari suporter tuan rumah menjadi ancaman utama bagi tim tamu.
Kecintaan warga Meksiko terhadap sepak bola terpancar jelas saat 80.824 penonton memadati Stadion Mexico City dalam kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan. Suporter tuan rumah langsung memberikan tekanan psikologis bahkan sebelum pertandingan dimulai. Sorak-sorai keras menggema ketika nama-nama pemain Meksiko diumumkan, sementara cemoohan memenuhi stadion saat pemain Afrika Selatan dipanggil. Pola serupa berlanjut setelah kick-off tepuk tangan bergemuruh setiap kali pemain Meksiko menguasai bola, namun siulan dan ejekan terdengar ketika lawan mencoba menyerang.
Aspek ini menjadi peringatan bagi Korea Selatan yang harus menghadapi Meksiko, tim yang tak terkalahkan dalam sembilan laga terakhir. Jika tidak mampu bertahan dari teror suporter, nasib mereka bisa sama seperti Afrika Selatan yang dilumat.
“Saya menonton pertandingan Meksiko. Saya melihat bagaimana mereka bermain dengan dukungan antusias dari suporter kandang. Saya pikir itu akan menjadi beban bagi kami,” ujar Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo.
Sang juru taktik mengakui bahwa timnya sedikit beruntung karena laga kontra Republik Ceko yang mereka menangi 2-1 juga berlangsung di Estadio Guadalajara. “Setidaknya, saya pikir beruntung bahwa kami sudah pernah bermain sekali di stadion ini,” katanya. Meski demikian, ia menegaskan tekanan tetap akan terasa. “Memang benar ada banyak tekanan bermain melawan tim tuan rumah. Meksiko menunjukkan performa yang bagus. Mereka bermain dengan dukungan banyak penggemar,” tambahnya.
Hong Myung-bo memiliki satu persoalan taktis yang harus diselesaikan jelang laga ini. Ia dapat mempertahankan formasi tiga bek yang dibangun di sekitar Kim Min-jae, atau kembali ke formasi empat bek yang biasa dimainkan para pemainnya di klub masing-masing. “Mengandalkan satu taktik saja itu sulit,” ujarnya mengenai kemungkinan perubahan formasi.
Mewakili pemain, Lee Kang-in menegaskan bahwa pertandingan ini akan sangat berat. “Kami tahu betapa sulitnya menghadapi Meksiko di Meksiko dalam pertandingan Piala Dunia,” kata pemain Paris Saint-Germain tersebut.
Di sisi lain, Meksiko datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah memulai turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan berkat gol Julian Quinones dan Raul Jimenez. “Kemenangan 2-0 bukanlah kemenangan yang besar, tetapi kami mendapatkan tiga poin. Itu adalah hal yang hebat,” kata Pelatih Meksiko, Javier Aguirre.
Meski begitu, ia tidak mau terlena. “Sekarang kami hanya fokus pada pertandingan melawan Korea. Prioritas utama kami adalah berkonsentrasi pada Korea, bergerak maju selangkah demi selangkah, dan mempersiapkan diri untuk masa depan,” tegasnya.
Meksiko harus bermain tanpa bek tengah Lokomotiv Moscow, Cesar Montes, yang mendapat kartu merah saat melawan Afrika Selatan. Dengan demikian, kapten serbaguna Edson Alvarez kemungkinan akan berpasangan dengan Johan Vasquez di lini pertahanan. Sementara itu, pemain sayap kiri Julian Quinones yang mencetak gol pembuka pada pertandingan pertama meminta diganti karena cedera. Jika tidak pulih, Alexis Vega akan mengisi posisinya sejak awal.
Untuk Korea Selatan, mereka kemungkinan masih kehilangan gelandang serang Bae Jun-Ho dan bek tengah Kim Tae-Hyeon meski keduanya sudah mengikuti latihan tim setelah cedera. Taegeuk Warriors, julukan Korea Selatan, belum pernah mengalahkan Meksiko sejak kemenangan 1-0 pada Februari 2006. Dalam periode itu, mereka kalah tiga kali dan imbang sekali. Pertemuan terakhir kedua tim berakhir 2-2 pada September 2025, saat El Tri membutuhkan gol Santiago Gimenez di menit ke-94 untuk menyamakan kedudukan.
Artikel Terkait
Muktar Widjaja dan Putranya Michael Lepas Seluruh Jabatan di BSD City, Teky Mailoa Jadi Presiden Komisaris Baru
Putra Prabowo, Didit, Silaturahmi ke Kediaman Jokowi di Solo
Mahasiswa Unnes Dikepung Massa Usai Diduga Lecehkan Pelanggan Jastip secara Verbal
Polisi Amankan 69 Orang Saat Eksekusi Hotel Sultan Ricuh