Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026, sebuah ajang lari yang dinilai mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif bergerak dan mengadopsi gaya hidup sehat. Menurutnya, momentum seperti ini dapat menjadi katalis dalam membangun kebiasaan berolahraga yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Sekarang banyak masyarakat mulai suka lari. Ada yang memang serius latihan, ada juga yang awalnya ikut tren atau FOMO. Tidak masalah, yang penting masyarakat mulai bergerak. Dengan olahraga rutin, kita bisa menjaga kebugaran tubuh dan membuat tubuh lebih sehat,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026).
Di sisi lain, BTN juga menegaskan komitmennya terhadap olahraga yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan pelari disabilitas binaan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia pada kategori 5K. Dalam ajang tersebut, Menkes turun langsung sebagai guide runner bagi pelari disabilitas, didampingi empat direksi BTN Direktur Risk Management Setiyo Wibowo, Direktur Information Technology Tan Jacky Chen, Direktur Operations I Nyoman Sugiri Yasa, dan Direktur Corporate Banking Helmy Afrisa Nugroho serta sepuluh perwakilan nasabah setia BTN.
Kehadiran para guide runner ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan, semangat, dan determinasi pelari disabilitas dalam menyelesaikan lomba sejauh lima kilometer. Melalui pendampingan tersebut, BTN ingin menegaskan bahwa BTN JAKIM bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga ruang yang setara, inklusif, dan ramah bagi siapa pun untuk bergerak, berpartisipasi, dan mencapai garis finis.
Menkes menambahkan, keterlibatan pelari disabilitas membuktikan bahwa lari merupakan olahraga yang dapat dilakukan oleh semua orang, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik. “Lari adalah olahraga yang inklusif, murah, dan sehat karena bisa dilakukan siapa saja. Teman-teman pelari disabilitas hari ini menunjukkan semangat luar biasa. Mereka membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak, berjuang, dan mencapai garis finis,” ujar Budi.
Sementara itu, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menjelaskan bahwa keterlibatan pelari disabilitas di BTN JAKIM 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan ajang olahraga yang inklusif, setara, dan dapat diikuti oleh siapa saja. Menurutnya, semangat para pelari disabilitas menjadi inspirasi bagi seluruh peserta. “Menjadi guide runner bagi pelari disabilitas memberikan pengalaman yang sangat bermakna. Kami tidak hanya berlari bersama, tetapi juga mendukung perjuangan dan semangat mereka di setiap langkah. Mereka menunjukkan bahwa keberanian, ketekunan, dan semangat pantang menyerah adalah nilai yang dapat menginspirasi kita semua,” ujar Setiyo.
Setiyo menambahkan, keterlibatan ini merupakan kelanjutan dari komitmen BTN setelah sebelumnya menggelar BTN Run for Disabilities, Run for Inclusivity bersama atlet paralimpik di Solo. “BTN JAKIM kami hadirkan sebagai lomba lari yang inklusif dan ramah untuk siapa saja, baik pelari profesional, komunitas lari, pelari pemula, masyarakat umum, maupun pelari disabilitas. Semangat inilah yang sejalan dengan penerapan ESG BTN, khususnya pada aspek sosial, yaitu menghadirkan dampak positif dan kesempatan yang setara bagi masyarakat,” ujar Setiyo.
Sebelumnya, Ketua NPC Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap dukungan BTN dalam membuka ruang yang lebih luas bagi pelari dan atlet disabilitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga nasional. Kolaborasi seperti BTN JAKIM dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem olahraga disabilitas yang berkelanjutan. Sebagai bentuk dukungan nyata, BTN juga telah memberikan bantuan sarana dan prasarana pendukung bagi atlet paralimpik serta terus mendorong keterlibatan pelari disabilitas dalam berbagai kegiatan olahraga.
BTN JAKIM 2026 mencatatkan antusiasme tinggi dengan diikuti lebih dari 45.000 peserta dari dalam maupun luar negeri. Ajang tersebut tidak hanya mendukung penguatan Jakarta sebagai destinasi sport tourism, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun budaya hidup sehat, inklusif, dan ramah bagi seluruh masyarakat.
Artikel Terkait
Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp66,1 Triliun untuk 2027, Sebut Kebutuhan Ideal Capai Rp184 Triliun
Ganjar: Kritik Jangan Dijawab dengan Pelabelan Politik, Jawab dengan Data
MTMH Bagikan Dividen Rp2,42 per Saham untuk Tahun Buku 2025
Empat Negara Eropa Siap Cabut Sanksi Iran dengan Syarat Selat Hormuz Dibuka Kembali