Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) yang bertugas di Desa Bontokanang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, menggelar program kerja bertajuk "Literaksi: dari Literasi menjadi Aktif Berkreasi". Program ini menyasar dua sekolah dasar, yakni SD Inpres 210 Kato'nokang dan MIS Tanringmata, dengan kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/7/2026) dan Jumat (31/7/2026).
Literaksi dirancang sebagai kelanjutan dari kegiatan membaca, di mana anak-anak tidak hanya diajak membaca buku, tetapi juga mengubah apa yang mereka baca menjadi sebuah karya nyata. Melalui program ini, mahasiswa KKN ingin menunjukkan bahwa literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan memahami teks, tetapi bisa terus berlanjut menjadi ekspresi kreativitas dan pengenalan diri.
Pendekatan yang digunakan berbeda di masing-masing sekolah. Di SD Inpres 210 Kato'nokang, program menyasar siswa kelas 3 dengan buku bacaan berjudul "Pesawat Persahabatan" sebagai bahan bacaan utama. Setelah membaca dan mendiskusikan isi cerita, siswa diajak membuat proyek bertajuk "Pesawat Impian". Setiap anak menuliskan cita-cita dan harapannya di atas pesawat kertas yang mereka lipat sendiri, lalu menggantungkannya di langit-langit kelas maupun di jendela. Kegiatan ini dipilih agar anak-anak dapat menuangkan mimpi mereka secara visual dan tetap melihatnya setiap hari, sebagai pengingat sekaligus motivasi untuk terus belajar.
Sementara itu, di MIS Tanringmata, program menyasar siswa kelas 5 dengan metode yang berbeda. Setelah sesi membaca, siswa diajak membuat bunga kertas dari origami sebagai media refleksi perasaan dan pengenalan emosi diri. Setiap warna kelopak bunga yang dipilih merepresentasikan perasaan tertentu yang sedang dialami siswa, sehingga kegiatan ini sekaligus melatih anak-anak mengenali dan mengekspresikan emosi mereka dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.
Koordinator program, Atria Marcevani Palungan, menjelaskan bahwa perbedaan metode di dua sekolah ini disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik usia siswa. "Kelas 3 kami ajak berimajinasi lewat cita-cita, sementara kelas 5 sudah bisa diajak untuk mulai mengenali dan mengelola perasaannya sendiri. Dua-duanya tetap berangkat dari buku yang mereka baca," ujar mahasiswi yang kerap disapa Tia.
Antusiasme siswa di kedua sekolah terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Pihak guru turut mengapresiasi program ini karena dinilai memberi ruang baru bagi siswa untuk berekspresi di luar metode belajar konvensional di kelas.
Program Literaksi menjadi salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 di Desa Bontokanang. Melalui program ini, mahasiswa berharap semangat membaca dan berkreasi dapat terus tumbuh di kalangan siswa sekolah dasar di Desa Bontokanang.
Artikel Terkait
KKN Unhas di Takalar Ajak Anak Usia Dini Gemar Membaca lewat Program Gema Bercerita