Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, melepas lebih dari 1.000 taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian untuk mengikuti program Taruna Bhakti di Sekolah Rakyat tahun 2026. Pelepasan dilakukan dalam apel di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Sabtu pagi.
Setiap titik Sekolah Rakyat akan didampingi lima taruna selama lima hari. Mereka bertugas menjadi role model kedisiplinan dan melatih manajemen hidup berasrama bagi para siswa.
"Para taruna tahu persis rasanya jauh dari rumah, tidur bukan di kamar sendiri, bangun pagi tanpa disuruh orang tua, itulah yang harus ditularkan kepada siswa sekolah rakyat," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis.
Apel dimulai pukul 06.58 WIB dengan Gus Ipul sebagai pengambil upacara. Setelah apel, ia bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau demonstrasi taruna dalam membimbing siswa dari SRMA 20 Sleman dan SRMA 43 Magelang. Demonstrasi mencakup kerapihan lemari dan kasur, materi psikologi lapangan, serta baris-berbaris.
Dalam amanatnya, Gus Ipul menyampaikan tujuh hal yang harus dikuatkan taruna selama pendampingan: kepramukaan, pembinaan karakter dan kepribadian, wawasan nusantara, ekstrakurikuler dan kegiatan kelompok, kebersihan diri dan lingkungan asrama, bela negara, serta kegiatan keagamaan.
"Ini adalah fondasi karakter yang akan menopang anak-anak itu jauh setelah para taruna pulang dari sana. Untuk itu, saya menitipkan pesan kepada para taruna," ujarnya. "Dampingi siswa-siswa Sekolah Rakyat dengan penuh empati, jadilah kakak yang menjadi teladan bagi siswa-siswa sekolah rakyat."
Program Taruna Bhakti berlangsung bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat, saat siswa baru mulai beradaptasi dengan lingkungan baru. Gus Ipul menegaskan tidak boleh ada bullying, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi dalam kegiatan ini.
"Tiga hal ini adalah garis merah yang tidak bisa ditawar oleh siapapun termasuk oleh kita semua. Maka jika melihat hal-hal seperti itu terjadi kita punya kewajiban untuk menghentikannya, membimbing dan kemudian mengarahkannya untuk berbuat yang lebih positif," tegasnya.
Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen TNI R Sidharta Wisnu Graha turut memberikan motivasi kepada para siswa saat meninjau demonstrasi. "Kamu harus tangguh hadapi tantangan, rintangan, hambatan, dan ancaman. Tangguh, kalau kamu tidak tangguh, kamu bukan pejuang," kata Wisnu.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico; Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo; Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin; Wadanjen Akademi TNI Marsekal Muda TNI Wayan Superman; serta pejabat terkait lainnya.
Artikel Terkait
Gus Ipul Ajak Karang Taruna Perkuat Pendampingan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan
Sekolah Rakyat Hadir, Orang Tua Siswa Menangis Bahagia
MPLS Gelombang Kedua Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul Tekankan Keselamatan Anak
Pemerintah Muna Barat Perluas Lahan Sekolah Rakyat Jadi 10 Hektare