Messi Cetak Hattrick di Usia 38 Tahun, Pecahkan Rekor Ronaldo sebagai Pencetak Tiga Gol Tertua di Piala Dunia

- Rabu, 17 Juni 2026 | 11:30 WIB
Messi Cetak Hattrick di Usia 38 Tahun, Pecahkan Rekor Ronaldo sebagai Pencetak Tiga Gol Tertua di Piala Dunia

Usia hanyalah angka bagi Lionel Messi. Di usianya yang hampir menginjak 39 tahun, megabintang dan kapten Timnas Argentina itu kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola dunia dengan memecahkan rekor baru di Piala Dunia 2026.

Panggung pembuktian itu terjadi di Stadion Kansas City, Amerika Serikat, pada Rabu, 17 Juni 2026. Dalam laga sengit penyisihan Grup J, Messi tampil memukau dengan mencetak tiga gol sekaligus atau hattrick yang membawa Albiceleste menang telak 3-0 atas Aljazair. Namun, malam itu bukan sekadar soal tiga poin penting bagi Argentina, melainkan sebuah pembuktian magis dari sang maestro yang menolak untuk meredup.

Turun ke lapangan pada usia 38 tahun 357 hari, Messi resmi menobatkan dirinya sebagai pencetak hattrick tertua dalam sejarah Piala Dunia. Catatan fantastis ini sekaligus menumbangkan rekor abadi milik rival beratnya, Cristiano Ronaldo. Rekor Ronaldo sebelumnya bertahan selama delapan tahun, sejak ia mencetak tiga gol spektakuler ke gawang Spanyol pada Piala Dunia 2018 di Rusia dalam usia 33 tahun 130 hari.

Sejak menit awal, magis Messi sudah terasa. Ia membuka keran gol Argentina pada menit ke-17 setelah melepaskan tembakan terukur yang gagal diantisipasi pertahanan Aljazair. Babak pertama sempat berjalan alot dan penuh drama, terutama ketika wasit Szymon Marciniak menganulir masing-masing satu gol dari kedua tim akibat offside termasuk satu gol tambahan milik Messi. Skor 1-0 pun menutup paruh pertama.

Memasuki babak kedua, tempo permainan sedikit melambat, namun kejelian Messi tidak berkurang sedikit pun. Pada menit ke-60, berawal dari sepakan keras Alexis Mac Allister yang gagal diamankan dengan sempurna oleh kiper Aljazair, Luca Zidane, bola liar langsung disambar Messi untuk mengubah kedudukan menjadi 2-0.

Momen bersejarah yang dinanti publik Stadion Kansas City akhirnya pecah pada menit ke-76. Menerima umpan matang dari Nico Gonzalez, Messi dengan dingin mengarahkan bola ke sudut kiri bawah gawang Aljazair. Gol tersebut tidak hanya mengunci kemenangan telak 3-0 untuk Argentina, tetapi juga menyempurnakan malam bersejarah Messi dengan torehan hattrick yang legendaris.

Dengan kemenangan ini, Argentina sukses memuncaki klasemen sementara Grup J. Sementara bagi Messi, tiga gol ke gawang Aljazair menjadi pesan magis yang menegaskan bahwa di usianya yang hampir berkepala empat, sang alien belum habis dan masih menjadi ancaman paling nyata di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar