Menjelang pergantian Tahun Baru Hijriah, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa akhir dan awal tahun sebagai momentum refleksi diri. Amalan ini menjadi sarana spiritual untuk menutup lembaran lama dan menyambut tahun baru dengan penuh harapan.
Berdasarkan informasi resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), doa akhir tahun dibaca pada sore hari setelah salat Asar hingga sebelum waktu Magrib di penghujung bulan Zulhijah. Bacaan ini merupakan bentuk permohonan ampun atas segala dosa dan kelalaian yang telah dilakukan selama setahun terakhir. Begitu memasuki waktu Magrib yang menandai datangnya 1 Muharam, amalan dilanjutkan dengan membaca doa awal tahun yang berisi permohonan perlindungan dari godaan setan serta harapan agar lembaran baru senantiasa dipenuhi dengan amal saleh yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berikut adalah bacaan doa akhir tahun Hijriah yang dianjurkan:
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنَى عَنْهُ وَ لَمْ تُرْضِهِ وَ نَسِيْتَهُ وَ لَمْ تَنْسَهُ وَ حَلَمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَ دَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جُرْأَتِي عَلَى مَعْصِيتَكَ اللَّهُمَّ فَإِنِّي اسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِي وَ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا ذَا الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ أَنْ تَقْبَلَهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَابِي مِنْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٌ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم
"Allahummamaa 'amiltufihaadzhis-sana-ti mimmaa nahaitanii 'anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta 'alayya ba'da qudratika 'alaa uquubatii wa da'autanii ilat taubati ba'da jur-atii alaa ma'syiyatika, Allahumma fa inni astagfiruka fagfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa'adtanit-sawaaba fas'alukallahumma yaa kariimu yaa dzal judi wal karami an tataqabba-lahuu minnii wa laa taqtha' rajaaii min-ka yaa kariim. wa shallalahu 'alaa sayyi-dinaa Muhammadin wa 'alaa 'aalihii wa sahbihii wa sallam."
Artinya: Ya Allah, segala yang telah kukerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar, yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau sudah mengajak saya untuk bertaubat sesudah saya maksiat. Karena itu ya Allah saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala yang telah saya kerjakan selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat yang maha pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas pendahulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.
Sementara itu, berikut bacaan doa awal tahun Hijriah yang dapat diamalkan:
اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَرِيمِ جُودِكَ الْمُعَوَّلِ
وَهَذَا عَامُ جَدْيُدُ قَدْ أَقْبَل أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مَنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذه النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالْاشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٌ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم
"Allahumma antal-abadiyyul-qadi-imul-awwal. Wa 'alaa fadhli-kal-'azhimi wujuudikal-mu'awwal. Wa haadzaa 'aamun jadiidun qad aqbal. Nas'alukal 'ishmata fiihi mi-nasy-syaithaani wa auliyaa-ihii wa junuudihii. Wal'auna 'alaa haad-zhihin-nafsil-ammarati bis-suu-i. Wal-isytighaala bimaa yuqorribuni ilaika zulfa. Yaadzal-jalaaliwal-ikra-am. Wa shallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadin wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam."
Artinya: Ya Allah Engkaulah yang abadi, dahulu, lagi awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang agung dan kedermawanan-Mu perlindungan dalam tahun ini dari godaan setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Libatkan Kopdes Merah Putih Kelola Minyak Jelantah dan Sampah Rumah Tangga untuk Energi Terbarukan
Nenek 62 Tahun Tukang Parkir di Brebes Gagalkan Perampokan Rp3,6 Miliar dengan Berteriak
KTT ASEAN-Rusia Resmi Dimulai di Kazan, Putin Tuan Rumah 10 Pemimpin Negara Asia Tenggara
KPK: Digitalisasi Pemerintahan Tak Otomatis Basmi Korupsi, Sistem Bisa Dimanipulasi