Cape Verde Tahan Imbang Spanyol di Debut Piala Dunia 2026

- Rabu, 17 Juni 2026 | 03:35 WIB
Cape Verde Tahan Imbang Spanyol di Debut Piala Dunia 2026

Debut Timnas Cape Verde di Piala Dunia 2026 langsung mencuri perhatian dunia. Pada laga perdana Grup H yang digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) dini hari WIB, tim asuhan pelatih anyar itu sukses menahan imbang raksasa sepak bola Eropa, Spanyol, tanpa gol. Hasil ini menjadi catatan bersejarah bagi negara kepulauan Afrika tersebut yang baru pertama kali menginjakkan kaki di panggung akbar empat tahunan.

Sepanjang pertandingan, Spanyol memang mendominasi penguasaan bola dan melancarkan serangan bertubi-tubi ke pertahanan Cape Verde. Namun, kegigihan lini belakang serta ketangguhan kiper Cape Verde membuat gempuran La Furia Roja tak membuahkan hasil. Skor kacamata bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, menjadikan Cape Verde sebagai salah satu dari sedikit tim debutan yang langsung merebut poin di laga perdananya.

Pencapaian Cape Verde ini mengingatkan publik pada sejumlah momen kejutan lain yang pernah ditorehkan oleh negara-negara debutan di gelaran Piala Dunia sebelumnya. Sejarah mencatat, beberapa tim justru tampil gemilang saat pertama kali tampil di turnamen paling bergengsi di planet ini.

Salah satu contoh paling ikonik terjadi pada Piala Dunia 2018. Islandia, yang saat itu menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah tampil di Piala Dunia, berhasil menahan imbang Argentina 1-1. Tertinggal lebih dulu melalui gol Sergio Aguero, Islandia bangkit lewat gol Alfred Finnbogason. Puncaknya, kiper Hannes Halldorsson menjadi pahlawan setelah menggagalkan penalti Lionel Messi di babak kedua, memastikan raihan poin perdana yang bersejarah bagi negaranya.

Di sisi lain, Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan menjadi saksi kejutan lain. Slovakia, yang tampil sebagai negara merdeka untuk pertama kalinya, berhasil mengalahkan juara bertahan Italia dengan skor 3-2. Kemenangan dramatis di Ellis Park itu memastikan langkah Slovakia ke babak 16 besar, sekaligus menyingkirkan Italia yang notabene merupakan juara dunia empat tahun sebelumnya.

Kejutan serupa juga pernah dilakukan Senegal pada Piala Dunia 2002. Dalam laga pembuka turnamen yang digelar di Seoul, Senegal menghadapi juara bertahan dunia dan Eropa, Prancis. Gol tunggal Papa Bouba Diop pada babak pertama sudah cukup untuk memastikan kemenangan 1-0, sekaligus membuka jalan bagi perjalanan luar biasa tim asuhan Bruno Metsu hingga ke perempat final.

Bahkan, jauh sebelumnya pada Piala Dunia 1966, Korea Utara menciptakan sensasi yang tak terlupakan. Setelah kalah dari Uni Soviet di laga perdana, mereka bangkit dengan menahan imbang Chili dan kemudian mengejutkan Italia dengan kemenangan 1-0 di pertandingan terakhir grup. Gol Pak Doo-Ik menjadi penentu, dan Korea Utara nyaris membuat kejutan lebih besar lagi di perempat final sebelum akhirnya dikalahkan Portugal yang diperkuat Eusebio.

Dengan hasil imbang melawan Spanyol, Cape Verde kini resmi bergabung dalam daftar eksklusif negara debutan yang berhasil membuat kejutan di Piala Dunia. Langkah mereka selanjutnya di Grup H akan dinanti, apakah mampu melanjutkan tren positif atau justru menjadi cerita singkat yang tetap dikenang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar