Menteri Agama Nasaruddin Umar Dinilai Layak Jadi Calon Ketua Umum PBNU

- Rabu, 17 Juni 2026 | 04:30 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar Dinilai Layak Jadi Calon Ketua Umum PBNU

Menteri Agama Nasaruddin Umar masuk dalam jajaran tokoh yang dinilai layak untuk dicalonkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar NU. Penilaian itu disampaikan Menteri Sosial sekaligus Sekretaris PBNU Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, di Kediri, Jawa Timur, Selasa (18/6). Menurutnya, publik telah mulai memperbincangkan sejumlah nama, dan Nasaruddin Umar menjadi salah satu yang menonjol karena pernah menjabat Katib Aam PBNU.

Gus Ipul menjelaskan bahwa dalam empat dekade terakhir, tiga ketua umum PBNU sebelumnya memiliki latar belakang yang sama. “Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini tiga ketua umum sebelumnya pernah menjadi Katib Aam,” ujarnya. Tiga tokoh yang dimaksud adalah Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Said Aqil Siradj, dan Yahya Cholil Staquf. Nasaruddin Umar, lanjut Gus Ipul, juga pernah mengemban amanah sebagai Katib Aam pada masa kepemimpinan almarhum KH Sahal Mahfudh.

Meski demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin PBNU sepenuhnya berada di tangan peserta muktamar. Proses pemilihan akan berlangsung melalui mekanisme organisasi yang telah ditetapkan. Ia juga memastikan dirinya tidak akan maju maupun dicalonkan dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.

Pernyataan tersebut disampaikan seusai rapat koordinasi persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026. Rapat digelar di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, dan dihadiri jajaran PBNU serta panitia dari tingkat pusat, daerah, hingga lokal. Pertemuan itu bertujuan mematangkan seluruh rangkaian acara Munas dan Konbes NU.

Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyatakan kesiapannya mendukung pelaksanaan Munas dan Konbes NU di Pesantren Al Falah Ploso. Ketua Panitia Daerah Munas-Konbes NU dari PWNU Jatim, Mustainn, mengungkapkan bahwa persiapan teknis hampir rampung. “Intinya, PWNU Jatim siap dukung pelaksanaan Munas-Konbes NU di Ploso, bahkan persiapan kami dengan panitia lokal sudah bisa dibilang hampir 100 persen, tinggal pelaksanaan,” katanya.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan pembukaan Munas dan sidang-sidang di Pondok Pesantren Al Falah Ploso pada 20-21 Juni 2026. Setelah itu, pada 22 Juni 2026, akan digelar napak tilas muassis NU di Tebuireng, Kabupaten Jombang. Acara kemudian ditutup di Kabupaten Bangkalan, Madura, pada 23 Juni 2026, yang direncanakan dihadiri oleh Presiden.

Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, berharap Munas dan Konbes NU berjalan lancar dan menghasilkan keputusan strategis. Ia menekankan pentingnya forum tersebut untuk memperkuat sistem kepemimpinan organisasi sesuai dengan nilai dan cita-cita para pendiri Nahdlatul Ulama. “Kami optimistis forum tersebut akan menjadi sarana konsolidasi organisasi menjelang Muktamar ke-35 atau Muktamar Abad Kedua Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Kikin.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar