Banjir Rob Rendam Lima Desa di Sedati Sidoarjo, 500 Hektare Tambak Rusak Parah

- Rabu, 17 Juni 2026 | 04:00 WIB
Banjir Rob Rendam Lima Desa di Sedati Sidoarjo, 500 Hektare Tambak Rusak Parah

Banjir rob yang melanda kawasan pesisir Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diperkirakan masih akan berlangsung hingga 19 Juni mendatang, sehingga warga di sejumlah desa pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya genangan air laut. Peristiwa ini mulai terjadi sejak Senin, 5 Juni 2026, dan mencapai puncaknya pada Selasa, 16 Juni 2026, dengan sedikitnya lima desa terdampak, yakni Desa Kalanganyar, Gisik Cemandi, Banjar Kemuning, Segoro Tambak, dan Tambak Cemandi.

Di antara wilayah tersebut, Desa Kalanganyar mencatat genangan terluas. Air laut tidak hanya menggenangi permukiman dan akses jalan warga, tetapi juga merendam kawasan pertambakan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Tercatat lebih dari 2.000 hektare wilayah terdampak banjir rob, dan dari jumlah tersebut, sekitar 500 hektare tambak mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan air laut yang merusak tanggul dan galengan.

Kondisi ini menambah beban para petambak yang harus menanggung kerugian akibat hilangnya hasil budidaya sekaligus biaya perbaikan infrastruktur tambak yang rusak. Sementara itu, warga menyebut banjir rob di kawasan pesisir Sedati terjadi berulang setiap tahun. Dampaknya kini semakin terasa karena abrasi yang terus mengikis garis pantai dan merusak tanggul penahan air laut.

"Sejak hari Senin. Setahun itu kira-kira empat kali banjir rob," kata salah seorang warga pesisir, Mulyawati.

Di sisi lain, sejumlah lokasi yang sebelumnya dapat diakses melalui jalur darat kini hanya bisa dijangkau menggunakan perahu saat banjir rob terjadi. Batas antara daratan dan area tambak juga semakin sulit dikenali karena banyak tanggul yang hilang akibat abrasi. Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah penanganan jangka panjang untuk mengurangi dampak banjir rob yang terus berulang. Selain faktor pasang air laut, kerusakan kawasan pesisir dinilai turut memperparah genangan yang terjadi setiap tahun.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags