Rekaman udara yang memperlihatkan hamparan sampah membentuk gumpalan menyerupai pulau di pesisir Jakarta Utara menjadi perbincangan hangat di media sosial. Fenomena itu memicu respons cepat dari pemerintah daerah yang langsung mengerahkan puluhan personel gabungan untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut.
Hamparan sampah itu terletak sekitar 600 hingga 700 meter dari garis pantai. Dari kejauhan, gumpalan sampah itu tampak mencuat dan menjulang di atas permukaan air, nyaris menyerupai daratan kecil. Keberadaannya diduga kuat akibat akumulasi sampah yang terbawa arus sungai dan laut, kemudian terperangkap di kawasan sedimentasi pesisir.
Unit Penanganan Sampah Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Kamis, 4 Juni 2026, menyatakan bahwa operasi pembersihan dilakukan secara kolaboratif.
“Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan sekitar 70 personel gabungan,” demikian keterangan tertulis dari pihak UPS Badan Air DLH DKI Jakarta.
Personel yang diterjunkan berasal dari berbagai unsur, antara lain UPS Badan Air Kecamatan Penjaringan, Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Penjaringan, serta personel Polairud Polda Metro Jaya. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang disebarluaskan melalui kanal media sosial.
Lokasi penumpukan sampah tersebut berada di Pulau Sedimen, pesisir Muara Kali Adem, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Menurut keterangan petugas, kawasan pesisir dan area sedimentasi memang menjadi titik rawan berkumpulnya sampah kiriman, baik dari laut maupun dari badan air lainnya.
“Kondisi tersebut memerlukan penanganan khusus dan kerja sama berbagai pihak agar sampah dapat segera diangkut dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan pesisir,” jelas pihak UPS Badan Air dalam pernyataannya.
Proses pembersihan direncanakan berlangsung secara bertahap selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Juni 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah pengangkutan dan pembersihan sampah yang telah terakumulasi di kawasan tersebut. Fenomena pulau sampah ini pertama kali mencuat ke publik setelah beredar video udara yang memperlihatkan penampakan mengkhawatirkan di pesisir Jakarta Utara.
Artikel Terkait
Mobil Pengangkut Makan Bergizi Gratis Terjun ke Rumah Warga di Pati, Sandal Sopir Tersangkut Pedal Gas
Banggar DRI: Sejak Awal Kami Peringatkan BGN soal Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
Pemanggilan Mathew Baker ke Timnas Indonesia Tuai Kejutan Media Australia, Bek 17 Tahun Belum Debut di Liga Elite
Pemprov DKI Siapkan Rangkaian Acara Meriahkan HUT ke-499 Jakarta dari Awal Juni hingga Juli 2026