IHSG Ditutup Menguat 1,43 Persen ke 6.217,88, Sektor Energi dan Infrastruktur Pimpin Kenaikan

- Jumat, 29 Mei 2026 | 12:45 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,43 Persen ke 6.217,88, Sektor Energi dan Infrastruktur Pimpin Kenaikan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan sesi pertama perdagangan, Jumat (29/5/2026), dengan melesat 1,43 persen ke level 6.217,88. Pergerakan positif ini terjadi setelah indeks sempat dibuka di zona merah pada level 6.122,77 dan bahkan menyentuh titik terendah harian di angka 6.111,97. Kondisi tersebut menunjukkan adanya aksi beli yang kuat setelah tekanan di awal sesi.

Sepanjang perdagangan siang ini, sebanyak 335 saham berhasil menguat, sementara 352 saham lainnya masih berada dalam posisi melemah, dan 272 saham tercatat stagnan. Aktivitas transaksi berlangsung cukup ramai dengan nilai perdagangan mencapai Rp16,04 triliun serta volume sebanyak 20,28 miliar saham. Angka ini mencerminkan tingginya minat investor di tengah volatilitas pasar.

Mayoritas indeks sektoral turut mencatatkan penguatan. Beberapa indeks utama seperti LQ45, IDX30, JII, dan ISSI kompak berada di zona hijau. Namun, indeks SRI-KEHATI justru tercatat melemah, menjadi satu-satunya pengecualian di antara indeks acuan lainnya. Sementara itu, dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor berhasil berbalik arah ke zona positif setelah sebelumnya tertekan.

Sektor energi melonjak hingga 3 persen, infrastruktur melompat 3,18 persen, dan bahan baku mencatat kenaikan signifikan sebesar 4,69 persen. Sektor siklikal juga ikut menguat 2,26 persen. Di sisi lain, beberapa sektor masih bergulat di zona merah, antara lain sektor keuangan, properti, kesehatan, dan nonsiklikal. Perbedaan arah pergerakan ini menunjukkan bahwa pemulihan belum merata di semua lini.

Dari jajaran saham, tiga emiten memimpin daftar top gainers. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat 25 persen, diikuti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang naik 24,75 persen, dan PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) yang menguat 24,69 persen. Sebaliknya, posisi top losers dihuni oleh PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang turun 14,79 persen, PT Tunas Alfin Tbk (TALF) yang melemah 14,46 persen, serta PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) yang terkoreksi 14,41 persen.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini