PSG dan Arsenal Bersaing Ketat di Final Liga Champions, Rekor Pertemuan Imbang

- Jumat, 29 Mei 2026 | 09:00 WIB
PSG dan Arsenal Bersaing Ketat di Final Liga Champions, Rekor Pertemuan Imbang

Final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal akan digelar di Puskás Aréna, Budapest, Hongaria, pada akhir pekan ini. Pertandingan puncak ini mempertemukan dua raksasa Eropa yang memiliki sejarah pertemuan cukup panjang dan berimbang.

Dalam tujuh pertemuan sebelumnya di berbagai kompetisi, kedua klub sama-sama mencatatkan dua kemenangan. Tiga laga lainnya harus berakhir imbang, menunjukkan betapa ketatnya persaingan di antara mereka. Total 15 gol telah tercipta dalam rentetan pertemuan tersebut, dengan Arsenal unggul tipis melalui delapan gol, sementara PSG membukukan tujuh gol.

Pada musim Liga Champions 2024/2025, kedua tim sudah saling berhadapan sebanyak empat kali. Di fase liga, Arsenal sukses menaklukkan PSG dengan skor 2-0 berkat gol babak pertama dari Kai Havertz dan Bukayo Saka. Namun, PSG yang tampil sangat berbeda saat bertemu di babak semifinal berhasil membalikkan keadaan.

Ousmane Dembélé hanya membutuhkan waktu kurang dari empat menit untuk membuktikan perubahan itu di London. Gol tunggalnya pada leg pertama menjadi modal berharga. Pada leg kedua, PSG tampil dominan. Tendangan keras Fabián Ruiz di pertengahan babak pertama dan tendangan melengkung Achraf Hakimi, setelah penalti Vitinha gagal dieksekusi karena diselamatkan David Raya, memastikan kemenangan. Arsenal hanya mampu memperkecil kedudukan lewat gol hiburan Saka, sehingga PSG melaju ke final.

Jauh sebelumnya, pada Liga Champions 2016/2017, kedua tim bertemu di fase grup. Pertemuan pertama berlangsung dramatis. Edinson Cavani membawa PSG unggul hanya dalam waktu 44 detik, namun Arsenal menyamakan kedudukan melalui gol Alexis Sánchez. Laga berakhir 1-1 setelah Olivier Giroud dan Marco Verratti mendapat kartu merah di waktu tambahan.

Pada pertemuan kedua di fase yang sama, hasil imbang 2-2 kembali terulang. Gol pembuka Cavani dibalas oleh penalti Giroud dan gol bunuh diri Verratti. Arsenal kemudian unggul, namun Alex Iwobi tanpa sengaja mencetak gol bunuh diri 13 menit sebelum laga usai, membuat skor kembali sama kuat. Kedua tim akhirnya melaju dengan mulus ke babak gugur.

Sejarah pertemuan mereka bahkan sudah dimulai sejak era Piala Winners UEFA 1993/1994. Pada leg pertama semifinal, Ian Wright membawa Arsenal unggul melalui sundulan, tetapi David Ginola menyamakan kedudukan dengan sundulan dari sepak pojok. Di leg kedua, Kevin Campbell menjadi pahlawan dengan sundulannya pada menit ketujuh, membawa Arsenal ke final. The Gunners kemudian mengalahkan Parma 1-0 untuk meraih satu-satunya trofi UEFA dalam sejarah klub.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar