Rencana penyaluran beras natura bagi aparatur sipil negara, TNI, dan Polri masih dalam tahap pembahasan dan belum mencapai keputusan final. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa konsep program tersebut telah disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI, namun mekanisme serta cakupan penerimanya masih terus digodok.
"Sementara sedang didiskusikan, jadi belum ada keputusan. Namun, kami sudah merencanakannya. Kebetulan stok kita banyak. Kalau memang itu bisa diperuntukkan kepada rekan-rekan prajurit TNI, Polri, dan ASN, itu akan lebih baik lagi," ujarnya di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Rizal, program natura yang pernah diterapkan di masa lalu telah terbukti memberikan manfaat besar. Ia pun memiliki kenangan tersendiri saat kecil, ketika orang tuanya menerima natura berupa kebutuhan pokok. "Karena dulu juga pernah, Indonesia, waktu kami masih kecil-kecil, pada saat kami masih SD, itu melihat orang tua kami pulang bawa natura, senang sekali. Bahkan, kami sampai jemput orang tua di pool bus tempat jemputan, sambil bantu bawa beras, bawa minyak, dan sebagainya," kenangnya.
Di sisi lain, stok beras pemerintah saat ini dinilai cukup untuk mendukung pelaksanaan program natura apabila nantinya disetujui. Rizal menambahkan, program tersebut justru dapat membantu menjaga stabilitas pasar pangan nasional. "Kalau menurut kami, dengan produksi pertanian sekarang yang luar biasa, ini tidak ada masalah. Bahkan, itu akan mengendalikan pasar lebih mudah. Karena para ASN, TNI, Polri sudah tercukupi, tinggal yang non-ASN dan TNI-Polri saja yang demikian," jelasnya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat Modifikasi Cuaca Hadapi Super El Nino 2026
Fafage Banua dan Bintang Timur Surabaya Bantai Lawan Tanpa Balas di Pro Futsal League
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi, Kemenhaj Fokus Siapkan Layanan Puncak Armuzna
Pemerintah Prioritaskan Program Produktif, Prabowo Minta Pembangunan Gedung Ditunda