Pengelola Terminal Bus Kampung Rambutan bersama unsur pemerintah dan aparat kepolisian menggalakkan program pemilahan dan pengolahan sampah sebagai langkah konkret mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa terminal sebagai ruang publik dengan mobilitas tinggi setiap harinya menyumbang timbunan sampah dalam jumlah signifikan.
“Kita perlu lakukan pemilahan dan pengolahan sehingga sampah itu tidak semua dibuang ke TPST Bantargebang,” ujar Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan Revi Zulkarnain di Jakarta Timur, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurut Revi, langkah nyata untuk mengurangi beban sampah menjadi kebutuhan mendesak mengingat terminal dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang setiap hari. Ia pun mengapresiasi dukungan Kecamatan Ciracas dan Satpel Lingkungan Hidup yang selama ini aktif memberikan pendampingan serta edukasi kepada masyarakat terminal terkait pengelolaan sampah. Dukungan lintas instansi tersebut, kata Revi, diharapkan mampu membuat program berjalan lebih maksimal ke depannya.
Di sisi lain, pihak terminal tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan dalam mengelola sampah. Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan memilah sejak awal terus didorong melalui berbagai sosialisasi. Dengan upaya tersebut, Revi berharap kebersihan dan kenyamanan terminal dapat terjaga sehingga lingkungan yang lebih sehat dan nyaman tercipta bagi penumpang, pedagang, maupun pekerja di kawasan tersebut.
Sementara itu, Camat Ciracas Panangaran Ritonga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat terminal dalam program pengurangan sampah. Kawasan terminal, menurutnya, menjadi salah satu titik dengan aktivitas tinggi yang menghasilkan volume sampah cukup besar setiap hari. Bahkan, tempat penampungan sampah sementara (TPS) di Terminal Kampung Rambutan juga kerap dimanfaatkan warga sekitar untuk membuang sampah rumah tangga.
“Program pemilahan dan pengolahan sampah diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke lokasi pembuangan akhir tersebut,” kata Ritonga.
Dalam kegiatan edukasi yang digelar, sekitar 50 peserta yang terdiri dari perwakilan pengurus perusahaan otobus (PO Bus) dan petugas kebersihan mendapatkan pelatihan terkait pemilahan sampah organik dan non-organik serta pengolahan sampah menjadi kompos. Kegiatan ini melibatkan Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Ciracas, Polsek Ciracas, pengurus PO Bus, petugas kebersihan terminal, hingga masyarakat yang beraktivitas di kawasan terminal.
Selain pemilahan, di kawasan terminal telah tersedia fasilitas bank sampah dan pengolahan kompos. Sampah non-organik dikumpulkan untuk program bank sampah, sementara sampah organik diolah menjadi pupuk kompos yang dimanfaatkan untuk tanaman di area terminal. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan volume sampah sekaligus menciptakan lingkungan terminal yang lebih hijau dan bersih.
Artikel Terkait
Anggota Satpol PP Tulungagung Terancam Sanksi Disiplin Usai Pesta Miras Bersama Pelaku Pencurian Kantor Disbudpar
Satpol PP Tulungagung Terancam Sanksi Disiplin Usai Diduga Pesta Miras Bersama Pelaku Pencurian
DPRD Peringatkan Program Sekolah Maung Dedi Mulyadi Bisa Picu Kesenjangan dan Kastanisasi Pendidikan
Jadwal Imsak, Buka Puasa, dan Salat untuk Surabaya dan Sekitarnya pada Kamis, 21 Mei 2026