Jemaah Indonesia berjumlah 213.000. Yaqut menjelaskan, dengan terbatasnya wilayah Mina dan banyaknya jemaah haji Indonesia, per orang hanya dapat ruang kurang dari 0,8 meter persegi.
"Mina dari dulu seperti itu. Sejak kuota kembali normal pada 2017, isunya selalu soal kepadatan," ujar Yaqut dalam keterangan resmi, Rabu, 19 Juli 2024.
Menurut Yaqut, permasalahan ini menjadi tantangan tersendiri yang perlu dipertimbangkan pada penyelenggaraan haji di tahun-tahun berikutnya. Terlebih, Indonesia kembali mendapat 221.000 kuota haji di tahun 2025.
“Menerima tambahan kuota selalu menjadi berkah sekaligus tantangan. Dalam keterbatasan wilayah, ada tantangan kenyamanan, bahkan keselamatan jiwa. Ini yang perlu menjadi pertimbangan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya akan segera menggelar evaluasi atas penyelenggaraan haji tahun ini. Sejumlah catatan maupun keluhan jemaah akan menjadi bahan perbaikan untuk musim haji berikutnya.
“Kita tetap akan upayakan kuota tambahan dalam jumlah yang terukur untuk tetap menjaga kenyamanan dan keselamatan jemaah," tegasnya.
Kendati demikian, Yaqut menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan dengan sukses. Pelayanan jemaah pada fase kedatangan, kata Menag, berjalan lancar. Kuota jemaah haji reguler sebanyak 213.320 jemaah juga terserap optimal.
Artikel Terkait
Lamborghini Batal Luncurkan SUV Listrik Lanzador, Beralih ke Hybrid
Warner Bros Pertimbangkan Tawaran Revisi Paramount untuk Gagalkan Akuisisi Netflix
Agrinas Klaim Hemat Rp46,5 Triliun dari Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Operasional Koperasi
Dirut Agrinas Bantah Langgar Aturan TKDN di Tengah Rencana Impor Mobil India