Sebuah tragedi penembakan massal mengguncang Meksiko dan menewaskan sepuluh orang, termasuk enam orang yang masih terikat hubungan keluarga. Peristiwa berdarah ini menjadi catatan kelam kekerasan terbaru di negara yang tengah bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia, yang akan digelar mulai bulan depan.
Penembakan terjadi di dalam sebuah rumah di kota Tehuitzingo, sekitar 200 kilometer atau 125 mil di selatan Mexico City, ibu kota Meksiko. Pemerintah negara bagian Puebla, dalam pernyataan resmi, mengonfirmasi bahwa korban terdiri dari enam pria, tiga wanita, dan seorang anak di bawah umur.
Jaksa penuntut setempat menjelaskan, sembilan orang tewas seketika di lokasi kejadian akibat luka tembak. Sementara itu, seorang wanita meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
“Teori kerja kami dalam penyelidikan adalah bahwa ini adalah masalah keluarga,” ujar Jaksa Penuntut Negara Bagian Puebla, Idamis Pastor, sebagaimana dikutip dari kantor berita AFP pada Senin (18/5/2026).
Menurut Pastor, dari sepuluh korban jiwa, enam orang merupakan anggota dari satu keluarga yang sama. Empat korban lainnya disebut sebagai “pekerja” yang berada di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, motif di balik pembantaian tersebut masih belum terungkap. Pihak berwenang masih mendalami penyelidikan untuk mengungkap latar belakang dan pemicu insiden ini.
Sebagai langkah respons cepat, sejumlah personel dari kesatuan tentara, Garda Nasional, dan petugas polisi telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengamankan area dan melakukan investigasi lebih lanjut.
Artikel Terkait
Jurnalis Indonesia Jelajahi Hippo Regius, Situs Romawi Bersejarah Tempat Santo Agustinus Bermukim
Panitia Akomodasi Penggunaan Flare Suporter di Laga PSM vs Persib, Kapolres: Sudah Dikoordinasikan
Menkeu Bantah Pelemahan Rupiah Mirip Krisis 1998, Sebut Fundamental Ekonomi Kini Jauh Lebih Kokoh
Pemain Muda Persib Dion Mark Bela Rekan yang Ditendang Suporter saat Kericuhan di Parepare