Selain itu, kata Anthony, anjloknya rupiah ke level miris ini, menunjukkan kinerja Bank Indonesia (BI) yang jeblok. Atau gagal menahan laju penurunan rupiah yang sangat cepat dan dalam.
"Etape kurs rupiah selanjutnya menuju Rp17.000 per dolar AS. Aroma krisis ekonomi semakin terasa," pungkasnya.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Iran Mulai Izinkan Kapal Melintas di Selat Hormuz Setelah Verifikasi
MK Batalkan UU Tunjangan Pejabat Era 1980, Beri Dua Tahun untuk Revisi
Pemerintah Klaim Fondasi Ekonomi Kuat Hadapi Gejolak Timur Tengah
Kemenag Siapkan 117 Titik Pantau Hilal untuk Penetapan Idulfitri 1447 H