Honda Catat Kerugian Pertama dalam 68 Tahun Akibat Beban Restrukturisasi Kendaraan Listrik

- Jumat, 15 Mei 2026 | 06:15 WIB
Honda Catat Kerugian Pertama dalam 68 Tahun Akibat Beban Restrukturisasi Kendaraan Listrik

Honda Motor mencatatkan kerugian tahunan untuk pertama kalinya dalam hampir tujuh dekade sebagai perusahaan publik, setelah membukukan beban restrukturisasi bisnis kendaraan listrik yang mencapai lebih dari sembilan miliar dolar Amerika Serikat. Laporan keuangan yang menjadi yang terburuk sejak perusahaan melantai di bursa pada 1957 ini sekaligus menegaskan bahwa strategi agresif di sektor kendaraan listrik dapat membawa risiko besar bagi produsen mobil lama, terutama ketika permintaan pasar ternyata lebih lemah dari perkiraan.

Perusahaan asal Jepang itu juga membatalkan target jangka panjang penjualan kendaraan listriknya. Dalam pernyataannya pada Kamis, CEO Honda Toshihiro Mibe mengungkapkan bahwa perusahaan tidak lagi menargetkan kendaraan listrik menyumbang seperlima dari total penjualan mobil baru pada 2030. Target peralihan penuh ke kendaraan listrik atau berbasis sel bahan bakar pada 2040 pun ikut ditinggalkan.

Di sisi lain, Honda memutuskan untuk menunda tanpa batas waktu proyek kendaraan listrik di Kanada. Rencana investasi senilai 11 miliar dolar AS untuk memproduksi kendaraan listrik dan baterai di negara tersebut sebelumnya disebut sebagai investasi terbesar perusahaan Jepang di Kanada. Penundaan ini menjadi sinyal semakin hati-hatinya Honda dalam menggelontorkan dana besar di tengah ketidakpastian permintaan.

Meskipun menghadapi tekanan finansial, saham Honda justru sempat menyentuh level tertinggi dalam dua bulan sebelum ditutup naik 3,8 persen pada hari yang sama. Kenaikan ini terjadi setelah perusahaan berjanji memberikan pengembalian kepada pemegang saham setidaknya 800 miliar yen dalam tiga tahun ke depan. Honda juga mempertahankan dividen tahunan sebesar 70 yen per saham, baik untuk tahun fiskal yang baru berakhir maupun tahun fiskal mendatang.

Komitmen tersebut menyoroti ketergantungan Honda pada bisnis sepeda motornya yang tetap menguntungkan untuk menghasilkan kas dan mendukung imbal hasil bagi pemegang saham. Sementara itu, bisnis mobil perusahaan masih tertinggal dari segi skala dan eksekusi. “Eksekusi secara keseluruhan sangat lambat,” ujar Kepala Riset Mobilitas di Macquarie, James Hong. Ia menambahkan bahwa sejumlah langkah strategi, seperti penggunaan lebih banyak komponen lokal dari China, bukanlah hal baru.

Secara rinci, kerugian operasional Honda mencapai 414,3 miliar yen atau setara 2,63 miliar dolar AS untuk tahun yang berakhir pada Maret. Angka ini lebih besar dari estimasi median kerugian sebesar 315,6 miliar yen dalam survei terhadap 22 analis oleh LSEG. Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya perusahaan masih mencatat laba sebesar 1,2 triliun yen.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler